Kumpulanpuisi pahlawan tak dikenal atau puisi bertema pahlawan, bagaimana cerita puisi dan kata kata puisi dalam bait puisi pahlawan yang di terbikan berkas puisi. Apakah berkisah tentang puisi pahlawan kemerdekaan atau tentang puisi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Untuk lebih jelasnya tema puisi pahlawan tak dikenal dan makna puisi pahlawan
Pahlawan Tak Dikenal Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapang Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu Dia masih sangat muda Hari itu 10 November, hujanpun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata aku sangat muda. 1953Sumber Siasat 1955CatatanPuisi Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar menceritakan tentang seorang pahlawan yang gugur saat ini diawali dengan kalimat "Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. Tetapi bukan tidur, sayang" yang menggambarkan situasi tragis saat itu. Kemudian, puisi tersebut melanjutkan dengan menggambarkan tentang pahlawan yang gugur, di mana ia tak pernah dikenal, tak pernah dipuja, dan tak pernah dibicarakan. Meskipun demikian, puisi ini menyampaikan sebuah pesan bahwa "Karena dia yang gugur, kita punya negeri yang bebas".Puisi ini berhasil menyampaikan pesan patriotisme yang kuat dan memotivasi orang-orang untuk menghargai jasa Pahlawan tak DikenalKarya Toto Sudarto BachtiarBiodata Toto Sudarto BachtiarToto Sudarto Bachtiar lahir pada tanggal 12 Oktober 1929 di Palimanan, Cirebon, Jawa Sudarto Bachtiar meninggal dunia pada tanggal 9 Oktober 2007 pada usia 77 tahun.Toto Sudarto Bachtiar adalah salah satu Penyair Indonesia Angkatan 1950-1960-an.

Chairilanwar mulai dikenal sebagai penyair pada 1945. Teks puisi "aku" karya chairil anwar dan maknanya. Puisi chairil anwar memang memiliki banyak makna. Berkisah tentang sepasang kekasih yang harus berpisah karena keadaan. Chairil anwar sang penyair yang lahir pada tanggal 26 juli 1922. Dalam puisi ini, tampak gambaran ideal penyair

- Hari Pahlawan adalah momen yang tepat untuk mengenang jasa para pejuang bangsa yang telah gugur di medan perang demi membela Indonesia. Untuk memperingati Hari Pahlawan, tak ada salahnya membaca puisi pahlawan yang penuh makna dan menyentuh hati. Dengan membaca puisi tentang pahlawan, kita jadi menyadari betapa pelik upaya pejuang-pejuang mengusir penjajah dari tanah air. Kalau kamu mencari puisi tema pahlawan, Indozone telah merangkum contoh puisi tentang pahlawan untuk merayakan Hari Pahlawan Hari PahlawanIlustrasi Hari Pahlawan photo/pexels/diohasbiMenyambut Hari Pahlawan, kamu bisa membaca puisi Hari Pahlawan untuk mengenang perjuangan mereka yang telah gugur demi Indonesia. Berikut ini beberapa contoh puisi Hari Pahlawan 1. Tak Gentar Berjuang Untukmu para pejuang IndonesiaBerbekal bambu runcingBerbaris jajaran terdepanBerteriak maju melawan penjajahPeluh keringat bercucuran darah juaKau hiraukan demi kemerdekaan bangsaTak gentar semua pengorbananmuKini Indonesia telah merdekaBagaimana anak bangsa seperti kami membalas perjuanganmuSegala kau berikan pada bumi Ibu PertiwiTanpa mengharap imbalan jasaTak sedikit dari para pejuang kehilangan nyawaTak diketahui pula apa benar telah dikebumikanSemua yang bertempur dengan layakIzinkan kami menjadi sepertimuTerbakar semangat hingga urat nadiMemperjuangkan Indonesia dengan cara berbedaPahlawankuEngkau kan selalu dikenangAtas jasamu dan dalam sejarah perjuangan2. PengorbananMengucur deras keringatMembasahi tubuh yang terikatMembawa angan jauh entah kemanaBagaikan pungguk merindukan bulanJiwa ini terpuruk dalam kesedihanPagi yang menjadi malamBulan yang menjadi tahunSekian lama telah menantiDirinya tak jua lepasAndai aku sang KsatriaAku pasti menyelamatkanyaNamun semua hanya mimpiDirinyalah yang harus berusahaUntuk membawa pergi dari kegelapan abadiPuisi Tentang Hari PahlawanIlustrasi Hari Pahlawan photo/pexels/ahmad-syahrir-107128Puisi tentang pahlawan umumnya berisi kisah perjuangan para pahlawan dalam membela dan mempertahankan tanah air. Simak deretan puisi tentang pahlawan di bawah ini3. Jejak-Jejak PejuangJejak-jejak para pahlawan bangsaSemerbak harum dalam deretan syair pujanggaBercerita indah akan kisah perjuanganSang pahlawan dalam membela bangsaMeregang nyawa di medan peperanganRaga berlubang tertembus peluru tajamMeski tersungkur tergeletak di tanahKau tetap hidup dalam sanubari anak bangsaJejak-jejak para pahlawan bangsaMenapak jelas menembus zamanKini kau pun mampu menyaksikan dari surgaBangsamu bersatu padu dalam semangat membelaBaca Juga 30 Quotes dan Kata Mutiara Hari Pahlawan 2022 dari Pahlawan Nasional Indonesia4. Pahlawan BaruTegap ku berdiri di bawah Sang SakaTengadah ku di bawah kibaran benderaLamun ku seakan mengelabuhi waktuMengenang jasamu di masa laluDia yang selalu memeluk senapanSontak berlari dengan kaki telanjangKeringat dan debu saling membaurBerdiri menantang di medan tempurDia yang rebah terbujur kakuMengucur darah oleh tembusan peluruDalam bisikan seraya berkataMerdeka!!!Dia telah gugurPahlawan ku telah gugurSemesta berduka oleh karna muBerjuta doa menyertai muKini aku di siniDi tempat ku berdiriKu penuhi harapan mu untuk negeriDengan semangat yang menggebuBulat sudah tekadkuMenjadi pahlawan baruPuisi Tema Hari PahlawanIlustrasi Hari Pahlawan photo/unsplash/fahmisamidiUntuk memperingati Hari Pahlawan, kamu bisa membaca puisi bertema pahlawan yang menyentuh hati. Simak beberapa puisi tema pahlawan berikut ini5. Senyum Para PahlawanPeluh bercucuran dari tubuhmuDarah tak hentinya mengalir dalam nadimuApi semangat seakan berkobar abadiTidak berhenti walau terlukaSemangat juang meliputiDemi tercapainya harapan dan kemerdekaanSegenap jiwa ragamu bertekad membaraDengan tegap dan gagah kau berdiri di barisan terdepanTak penting semua kesakitan kau alamiDemi bumi Ibu PertiwiKini kau telah tiadaBeristirahat tenang dialam berbedaEngkau dapat melihat senyum anak bangsaTerbebas dari belenggu kaum penjajahKini dari atas sanaEngkau mungkin hanya bisa memanjatkan doaAgar semua tetap aman dan sentosa6. Bambu RuncingDi ujung bambu tajam menyikatMengoyak musuh hingga ampunDi bilah tajam sakit mencekatSiap siaga menelan musuhUjung bambu jadi saksiHitam rasa menyakitMengusir iblis dengan nyawaTanpa takut tanpa gentarRasa cinta tanah airMenyatu di darah merahMengakar di tulang putihMenguasai napasMereka berjuang hingga raibBercerai dengan ragaUntuk bumi garudaUntuk Indonesia rayaMereka mati dengan hormatMemperjuangkan secerut kebebasanYang terenggut durjanaUntuk satu kemerdekaanPuisi Pahlawan SingkatIlustrasi Hari Pahlawan photo/unsplash/kyrhmtPuisi pahlawan yang singkat juga memiliki makna yang berkesan. Inilah beberapa contoh puisi pahlawan singkat yang bisa jadi referensi kamu merayakan Hari Pahlawan7. Serdadu Tak DikenalKau ambil seragam lusuh di bilik kamarmuKau kenakan dengan sangat rapiMeski dirimu kini tak dikenalNamun semangat juangmu terasa hingga menembus batas zamanKau siapkan senapan dengan peluru tajamDengan gagah kau maju di barisan depanMenjadi biduk dalam strategi perangTak jarang dirimu menjadi umpan kemenanganDengan gagah berani kau merangsek maju ke barisan depanHingga tak kau sadari sebuah peluru tajam menerjangMeski kau tak dikenalPerjuanganmu takkan kami lupakan8. Pahlawan yang HilangDi mana lagi kan kutemukan keberanianmuDi mana lagi kan kutemukan pekik teriak semangatmuDi mana lagi kan kutemukan sosok sepertimuWahai pahlawanBeribu hari telah kulaluiJutaan hari telah kuhitung dengan jemariNamun tak mampu jua kutemukanSosok pahlawan sejatiKumeniti jalanan penuh onak dan duriMenyusuri gurun pasir yang kering kerontangDi manakah kan kutemui lagiSosok sepertimu wahai pahlawankuPuisi Perjuangan PahlawanIlustrasi Hari Pahlawan photo/pixabay/arhnuePuisi tentang perjuangan pahlawan dapat berisi ungkapan terima kasih atas jasa para pahlawan yang telah gugur membela negara. Berikut ini rekomendasi puisi pahlawan9. Pahlawanku, Kan Kujaga Negeri KitaKemerdekaan negeri ini bukanlah hadiahKau raih dengan darahmu yang telah tumpahMerah Putih itu kini telah berdiri gagahTanpa seorangpun berani mengubahPahlawanku, kan ku jaga negeri kitaKu curahkan jiwa dan raga tuk Indonesia tercintaKu bangun dan ku isi kemerdekaan iniDengan penuh upaya meski tak seberapa10. Tentang PerjuangannyaPagi ini kami melakukan upacaraBerdiri tegap memberi hormat terhadap benderaDerap langkah rombongan paskibrakaMengetuk sungguh bersemangatDengan formasi lengkapnyaTak ragu maju ke depanSigap melangkah menaikkan benderaTak terbayang jika kita masih dijajahMungkin moncong senjata masih mengarah sebagai ancamanSemua kini hanya kenangan yang tak mampu dilupakanAkan para pejuang kemerdekaanDengan suara lantang hingga ujung penjuruDia sang pemimpin upacaraMenyuarakan tugasnyaKami bangga sebagai putera puteri bangsaPerjuanganmu tiada taraMembuat Indonesia kini merdekaSaat peperangan dulu kau berjuangHingga kubik tak terhingga darahmu tumpahPenjajah durjana pun dapat kau taklukkanMeski sebagian dari kalian merengang nyawaPenjajah keji tak beretika mundurKalah oleh perlawananmuYang hanya berbekal sebilah bambu runcingKau mantan penjajah durjanaSampai saat ini kami tak akan membiarkanMemasuki Indonesia tercintaUntuk merampas kembali kemerdekaanYang ingin kembali menjajah IndonesiaSampai nyawa ini meregangKami tak akan membiarkanmuMerampas kemerdekaan hadiah dari pahlawan kamiSampai mati kami akan berusahaMenjaga Indonesia agar tidak kembali terjajahKami akan mempertahankan hak kamiSebagai putera puteri Ibu PertiwiBaca Juga 30 Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Pahlawan 2022 yang Membakar Semangat !Demikianlah deretan contoh puisi tentang pahlawan penuh makna yang menyentuh hati. Selamat Hari Pahlawan, para pejuang bangsa!Artikel Menarik Lainnya Mengenal 6 Pesohor Tanah Air Keturunan Pahlawan Indonesia Tak Kalah dari Superhero Luar Negeri, Ini 5 Pahlawan Super Indonesia Hargai Jasa Pahlawan, Ini Tradisi yang Biasa Dilakukan di Hari Pahlawan
Puisipahlawan tak dikenal merupakan salah satu puisi terbaik di indonesia , maha karya dari Toto Sudarto Bachtiar , Beliau lahir pada tanggal 12 Oktober 1929 di cirebon , jawa barat dan meninggal pada 9 oktober 2007 akibat serangan jantung . setiap puisi karyanya memiliki bait-bait yang penuh akan makna yang membuat penonton berdecak kagum
Makna dan Arti Perbait Puisi Pahlawan Tak Dikenal’ Karya Toto Sudarto Bachtiar Pahlawan Tak Dikenal Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang… Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang… Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan untuk tidur sayang… Wajah sunyi setengah tergundah Menangkap sepi pedang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu Dia masih sangat muda… Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya… Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata “aku sangat muda” Klik Tautan untuk membaca biografi singkat Toto Sudarto Bachtiar. Parafrase Puisi Pahlawan Tak Dikenal’ Untuk memahami sebuah karya sastra puisi dengan mudah, maka perlu dilakukan parafrase terhadap puisi tersebut. Berikut ini adalah parafrase untuk puisi Pahlawan Tak Dikenal’ hasil karya Toto Sudarto Bachtiar. Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi dia bukan sedang tidur, sayang… Sebuah lubang peluru berbentuk bundar ada di dadanya dalamSenyum bekunya diamau berkata, kita sedang perang… Dia tidak ingat bilamana kapan dia datang ke medan perang ini Kedua lengannya memeluk memegang senapan senjata api Dia juga tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring di atas tanah, tapi bukan untuk tidur sayang… Wajahnya sunyi setengah tergundah seakan Menangkap sepi mengiris seperti pedang saat senja penduduk Dunia tambah merasa beku di tengah derap langkah orang dan suara perbincangannmenderu mengatakan bahwa Dia masih sangat muda… Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali mengenang memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, justru wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya… sudah Sepuluh tahun yang lalu dia gugur terbaring Tetapi dia tidak sedang bukan tidur, sayang dia mati karena tertembak Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya seolah-olah mau berkata “aku mati berjuang sangat muda” Puisi di atas Pahlawan Tak Dikenal’ ditulis pada 1955. Tepat sepuluh tahun peristiwa 10 November yang kemudian dikenang sebagai hari pahlawan. Bukan karena banyak pahlawan yang lahir pada 10 November, melainkan pada 10 November 1945 terjadi pertempuran sengit yang memakan korban jiwa banyak dari rakyat Indonesia di Kota Surabaya. Sebuah peristiwa penting dalam tonggak sejarah bangsa Indonesia. Dalam pertempuran 10 November, rakyat Indonesia memang kalah karena persenjataan dan tentara yang tidak terlatih seperti tentara penjajah. Tetapi peristiwa tersebut menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia bahwa benar-benar ingin merdeka dan siap mempertahankan kemerdekaan. Contoh Parafrase Puisi yang lain dapat dibaca dalam beberapa artikel ini Lihat dan Baca Berikut ini makna puisi Pahlawan Tak Dikenal’ dari masing-masing bait Bait pertama Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang… Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang… Menunjukkan bahwa tokoh Pemuda Tak Dikenal’ sudah mati karena tertembak. Terbuki dengan adanya baris ketiga yang tertulis, lubar peluru bundar di dadanya. Juga dibuktikan dengan adanya frasa senyum bekunya’. Beku menandakan bahwa seseorang telah mati. Akan tetapi, tokoh Pemuda Tak Dikenal tidak sedih. Dia tersenyum. Berarti ini menandakan bahwa dia ikhlas mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa. Sementara penggunaan kata kita’ menandakan bahwa penyair ingin melibatkan setiap pembacanya, seluruh rakyat Indonesia dalam emosi puisi tersebut. Mengingatkan bahwa kita pernah mengalami hal semenyakitkan itu. Bait Kedua Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan untuk tidur sayang… Bait kedua puisi di atas menggambarkan bahwa dia Pemuda datang ke medan pertempuran sudah lama. Sampai tiadak ingat. Dia datang berperang juga tidak tahu untuk siapa. Penggunaan kata siapa’ mengindikasikan alasan kedatangannya ke medan pertempuran bukan untuk orang lain, tetapi untuk bangsa dan negaranya. Meskipun akhirnya dia gugur terbaring, tetapi sebelumnya sudah memegang senapan. Berarti sedang berperang. Bait Ketiga Wajah sunyi setengah tergundah Menangkap sepi pedang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu Dia masih sangat muda… Kini wajah sang pemuda penuang itu sudah sepi. Tak bisa lagi berjuang. Di agak gundah, atau bingung. Menangkap sepi saat sudah senja. Kata senja menandakan akhir perjalanan. Jadi, akhir perjuangan pemuda tersebut. Selain dirinya dan senyumnya yang membeku. Orang-orang di dunia juga ikut terpaku dan terharu. Sehingga banyak pergunjingan di dunia internasional yang mengatakan bahwa pemuda pejuang itu masih sangat muda saat gugur. Bait Keempat Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya… Setelah tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, banyak orang yang berbondong ikut-ikutan memperingati. Kata hujan menandakan bahwa suasana sedang sedih. Hujan identik dengan tangis. Peringatan yang dilakukan sekadar peringatan. Sekadar merangkai bunga, tetapi tidak mengenal sang pejuang yang gugur, untuk apa dia berjuang hingga gugur. Yang tampak adalah keasingan yang tak dikenal. Tidak mengenal potensi diri, tidak mengenal potensi bagi negara. Bait Kelima Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata “aku sangat muda” Bait kelimat tersebut mengindikasikan bahwa kita harus mengenangnya. Setelah sepuluh tahun lalu puisi ditulis 1955, maka yang dimaksud adalah 1945, tahun proklamasi Indonesia sekaligus pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dalam bait terakhir tersebut hanya’ ditulis mau berkata aku sangat muda. Baris terakhir bisa dimaknai sebagai adanya gugatan pada keadaany. Jika ditulis panjang bisa berupa tulisan seperti ini Aku masih sangat muda, sudah gugur di medan perang. Tidak mengharapkan imbalah apa atau jadi siapa. Semua yang kulakukan demi negara Ini. Jangan buat mainan, jangan mengutamakan kepentingan diri sendiri, tetapi dahulukan kepentingan bersama. Aku rela mati sangat muda. Kita harus bisa menjalankan dengan baik kemerdekaan Indoneisa. Kemerdekaan Indonesia harus dibayar mahal. Maka kini kau tinggal mengisinya masak masih sangat muda menyerah kepada keadaan. Refleksi Puisi Penjelasan di atas adalah materi pengetahuan puisi ditinjau dari makna keseluruhan yang diterapkan. Intinya Banyak pemuda tak dikenal yang gugur di palagan 10 November di Surabaya. Jika berhenti maka kita akan jalan terus. Banyak pemuda yang gugur karena sudah angkat senjata. Kematiannya dalam usia yang sangat muda, semakin menjadi perhatian dunia. Gugurnya semakin menjadi deru perbincangan orang dunia internasional. Demikian penjelasan mengenai makna dan arti puisi Pahlawan Tak Dikenal’. Semoga bermanfaat.
Kalimatyang pendek-pendek dan padat, ditambah makna konotasi yang sering terdapat pada puisi, menyebabkan isi puisi seringkali sulit dipahami. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut untuk mengapresiasi puisi, terutama pada puisi yang tergolong 'sulit' : 1. Membaca puisi berulang kali. 2.
PAHLAWAN TAK DIKENAL Oleh Toto Sudarto Bachtiar 1. Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapang Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu Dia masih sangat muda Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata aku sangat muda PAHLAWAN TAK DIKENAL A. Jenis Puisi Puisi “PAHLAWAN TAK DIKENAL” karangan Toto Sudarto Bachtiar merupakan puisi periode 1953 – 1961. Puisi yang ditulis Toto Sudarto Bachtiar ini termasuk puisi diafan. Kata dan kalimat yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca, sehingga pembaca lebih mudah menangkap inti sari atau isi puisi PAHLWAN TAK DIKENAL ini. Untuk diketahui, Toto Sudarto Bachtiar dalam menyusun puisi ini memudahkan pembaca memahami bahkan mengambil makna yang terkandung dalam puisi ini. Puisi “PAHLAWAN TAK DIKENAL” selain merupakan jenis puisi diafan juga merupakan jenis puisi ide. Hal itu dapat dilihat dari adanya ide atau gagasan yang dibawa oleh Toto Sudarto Bachtiar dalam menulis puisi ini. Dengan membaca puisi ini pembaca akan dapat mengetahui bahwa puisi ini mempunyai ide atau gagasan yang mendasari penyusunanya. Ide yang ingin disampaikan pengarang lewat puisi ini adalah kecintaan terhadap tanah air. Kita sebagai warga negara harus dapat berpikir untuk dapat memberikan yang terbaik demi kemerdekaan atau kemajuan negeri tercinta Indonesia. B. Diksi Puisi karangan Toto Sudarto Bachtiar ini sangat enak dibaca dan dipahami. Bahasa yang dipakai pengarang untuk menuangkan pikiran dan idenya sangat indah. Hal itu dapat kita lihat ketika membaca judul dari puisi ini “PAHLAWAN TAK DIKENAL”, ketika pembaca mulai membaca dan memahami dari judul saja, pembaca akan merasa tertarik untuk melanjutkan pembacaanya. Puisi ini juga tergolong ringan dalam artian pembaca tidak perlu pusing untuk memahami isi dari puisi karangan Toto Sudarto Bachtiar ini. Ketika pembaca melihat dan membaca puisi ini, pembaca akan menangkap bahwa puisi ini termasuk puisi perjuangan khususnya untuk mengenang peristiwa sejarah yakni 10 November. Dalam bait pertama Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Jelas bahwa pemakaian bahasa yang digunakan Toto Sudarto Bachtiar sangat indah, lugas, dan menarik. Dari contoh bait pertama, pembaca dapat merasakan bahasa-bahasa yang dipilih atau pilihan katanya mudah dipahami dan menutun pembaca untuk segera menyelesaikan pembacaanya sampai bait terakhir. Dalam puisi ini tidak ada kata, frasa, kalimat yang susah dipahami. Selain itu puisi ini juga ditulis dengan bahasa baku sehingga menambah mudah dalam pemahamanya. C. Tipografi Secara garis besar atau keseluruhan puisi karya Toto Sudarto Bachtiar ini terdapat 5 bait yang masing-masing bait terdiri atas 4 baris. Toto Sudarto Bachtiar sangat konsisten dalam menyusun kalimat tiap-tiap bait. Tiap baris dalam paisi ini terdiri atas 4 –9 kata yang strukturnya sangat konsisten. Toto Sudarto Bachtiar juga sangat konsisten dalam penggunaan huruf kapital. Dapat dilihat dalam puisi tersebut pengarang menggunakan huruf kapital pada setiap awal baris pada seluruh puisi. Hal ini menunjukan bahwa Toto Sudarto Bachtiar sangat teguh dan konsisten dalam penggunan jumlah baris, bait bahkan pemakaian huruf kapital dalam menulis judul puisi ini, semua menggunakan huruf kapital untuk memudahkan pembaca dalam pembacaanya. Hal ini juga dimaksudkan agar pembaca dapat dengan jelas memahami judul puisi ini. Bait pertama dst. Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur sayang, Sebuah lubang peluru besar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Terlihat bahwa pengarang konsisten sekali dalam hal tipografi. Pengarang memakai penulisan urut dari samping kiri, hal ini juga sama dengan bait-bait berikutnya. Tipografi yang menonjol lainnya yakni pemisahan antar bait, pengarang menyusun karya ini dengan menulis 4 baris 4 baris pada tiap–tiap bait. Hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak merasa jenuh dan memudahkan dalam pembacaanya. Sekilas kita lihat puisi karya Toto Sudarto Bachtiar ini sangat rapi dikarenakan tipoografinya sangat konsisten dan pembaca merasa mudah dan tertarik untuk membacanya. D. Tata konkrit Dalam bait pertama Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur sayang, Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang • Kita perhatikan baris kedua, diakhir baris kedua terdapat tanda , koma. Tanda ini seakan-akan mempertegas dan memudahkan pembaca dalam memahami pembacaanya. Tanda koma ini menekankan bahwa baris pertama dan kedua terdapat hubungan isi, dapat dituliskan sepuluh tahun yang lalu dia terbaring/tetapi bukan tidur sayang, sebuah lubang peluru bundar di dadanya. Dapat dipahami pengarang meletakan tanda koma diakhir baris kedua agar pembaca dapat dengan mudah menarik makna bahwa seorang pahlawan yang diceritakan dalam puisi ini sudah meninggal. • Pada baris keempat tanda koma terletak diantara dua klausa “senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang”. Mempertegas bahwa seakan-akan pahlawan yang sudah tiada tersebut ingin mengungkapkan perasaanya, kita sedang perang. Dalam bait kedua Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lenganya memeluk senapang Dia tidak tahu untuk sapa dia datang Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur sayang • Kita perhatikan pada baris keempat, tanda koma terletak diantara dua klausa ”kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur sayang”. Tanda ini juga bersifat menekankan dan memperjelas bahwa pahlawan tersebut sudah meninggal. Terlebih ada klausa yang diulang dari bait pertama baris kedua ke bait kedua baris keempat. Unsur penekanan yang diwakili oleh tanda koma ini dimaksudkan oleh pengasrang agar pembaca dapat memahami dengan mudah makna atau isi puisi ini, khususnya bait pertama dan kedua. Dalam bait keempat Hari itu 10 November, hujanpun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tetapi yang nampak wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya • Baris pertama, hari itu 10 November, hujanpun mulai turun. Tanda koma yang terdapat pada baris pertama ini mengisyartkan bahwa pahlawan yang dimaksudkan pengarang dikenang pada peringatan hari pahlawan 10 November, tidak lupa pula tanda koma ini sangat membantu pembaca untuk memahami makna khususnya pada bait keempat baris pertama, ketika peringatan 10 November hujan turun. • Baris keempat. Mengapa terdapat tanda . titik di tengah-tengah kalimat?, tanda titik ini dipakai pengarang untuk memberitahukan kepada pembaca bahwa pahlawan yang dikenang pada 10 November tersebut pahlawan yang tidak dikenal yang gugur saat perang. Dalam bait kelima Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata aku sangat muda • Untuk diketahui bait kelima sama dengan bait pertama, akan tetapi ada sedikit hal yang membedakanya yakni tanda titik dua dan klausa setelahnya. “senyum bekunya mau berkata aku sangat muda”. Mengapa Toto Sudarto Bachtiar mengulang tulisanya kembali di bait kelima dan manambahkan klausa “aku sangat muda” ? Inti sari karya ini memang termuat dalam bait pertama dan kelima. Pengarang menempatkan tanda titik dua diakhir puisinya sebelum “aku sangat muda” mengandung artian bahwa pahlawan yang gugur ketika perang, dikenang pada 10 November yang pada dasarnya pahlawan-pahlwan tersebut masih dalam usia muda. E. Makna dan Rasa Kata 1. Makna Harfiah / Horistik Ketika pembaca memulai pembacaanya tanpa memperhatikan makna yang terkandung di dalamnya, makna yang dapat diambil dari karya Toto Sudarpo Bachtiar ini adalah ada seorang pahlawan yang tidak diketahui namanya, dikarenakan dalam judul tertulis pahlawan tak dikenal. Ia sedang berbaring sepuluh tahun lamanya tetapi tidak tidur. Di dalam tubuh pahlwan tersebut terdapat lubang peluru sambil berkata ia sedang perang. Pahlawan tersebut tidak tahu kapan dia datang dan tidak tahu untuk siapa dia datang, bahkan ia pun memeluk senapan dan terbaring tetapi tidak tidur. Wajah pahlawan tersebut sunyi/sedih setengah tengadah diibaratkan menangkap sepi padang senja tanpa memperhatikan suara menderu. Pahlawan tersebut masih muda. Pada tanggal 10 November yang kebetulan saat itu hujan turun, banyak orang yang memandangnya sambil membawa karangan bunga, tetapi yang nampak wajah-wajah sendiri yansg tidak dikenal. 2. Makna Hermeunitik Makna hermeunitik adalah makna yang tekandung dalam sebuah karya. Puisi Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar ini mengandung makna/ menceritakan seorang pahlawan yang gugur saat perang. Pahlawan tersebut gugur dalam usia muda. Pengarang menggambarkan pahlawan yang gugur tersebut karena tertembak peluru yang menyarang di dadanya sambil memeluk senapan/senjata dan gugur dalam keadaan bangga senyum karena gugur di medan perang untuk membela tanah air. Pengarang juga menggambarkan bahwa pahlawan yang gugur tersebut merasakan bangga di alam sana. Hal itu ditampilkan pengarang dalam puisi ini pada bait ketiga yakni Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu Dia masih sangat muda Walaupun pahlawan tersebut gugur dimedan perang pada usia muda, namun kebanggaan tersendiri tertanam di hati pahlawan tersebut. Ia meninggal karena perjuangan demi mempertahankan tanah air. Karena cintanya kepada tanah air, pada tanggal 10 November atau hari pahlawan, banyak peziarah membawa karangan bunga untuk mengenang perjuangan yang sudah dilakukan oleh pahlawan tersebut walaupun tidak bisa mengenal nama satu per satu. 3. Rasa Kata Pengarang dalam menuangkan idenya lewat kata, kalimat sangat indah dan bersifat denotatif. Denotatif dalam artian makna sebenarnya. Pembaca tidak perlu kesulitan untuk mengartikan satu per satu kata yang dipilih oleh pengarang dalam karya ini. Walaupun bersifat donotatif akan tetapi rasa indah yang dimiliki oleh puisi ini sangatlah terasa. F. Nada dan Suasana 1. Nada Dalam karya Toto Sudarto Bachtiar ini, nada sajak sangatlah bait pertama pengarang mengakhiri tiap-tiap kalimat dengan sajak yang sama yakni ng, walaupun pada baris ketiga diakhiri dengan a, namun nada pada bait pertama masih terasa sangat indah. Pengarang memilih ng untuk mengakhiri tiap-tiap baris dimaksudkan agar pembaca semangat dan merasa senang ketika membaca puisi ini. Penggunaan tanda koma pada baris kedua dan keempat dalam bait pertama juga menambah indahnya peggunaan nada. Pada bait kedua, keempat barisnya diakhiri sajak ng atau dapat dikatakan a-a-a-a, sajak ini juga disesuaikan dengan bait pertama yang juga banyak diakhiri sajak ng. pada bait selanjutnya pengarangf tidak begitu memperhatikan nada dan sajak, namun indahnya puisi ini masih terasa karena puisi ini termasuk puisi perjuangan yang bersifat semangat. 2. Suasana Ketika pembaca menyelesaikan pembacaanya, suasana yang didapatkan adalah suasana sedih, hal ini tergambarkan melalui penggunaan kata/pilih kata oleh pengarang. Kita akan merasakan sedih karena ada pahlawan yang gugur di medan perang demi mempertahankan tanah air, meninggal dalam usisa muda dan baru pada saat hari pahlawan, pejuang trsebut dikenang. G. Imaginasi Unsur imajinatif dalam puisi ini relatif sedikit. Hal ini dikarenakan pengarang menggunakan kata-kata denotatif yang bersifat lugas. Ada beberapa kata dan kalimat juga dalam karya ini yang perlu dikaji lebih jauh. Pada bait ketiga khususnya. Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sunyi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suasana menderu Dia masih sangat muda Pada bait ini pengarang lebih imajinatif, pembaca harus dapat menarik makna yang dimaksudkan oleh pengarang. Wajah sunyi disini tidak dapat diartikan secara denotatif. Akan tetapi pembaca harus mencari makna lain yang sesuai dengan frasa tersebut. Wajah sunyi yang dimaksudkan pengarang yakni wajah seorang pahlawan yang sudah meninggal. Setengah tengadah dapat dimaknai bahwa pahlawan ini gugur dengan hati bangga karena gugur dimedan perang. Kemudian klausa “Menangkap sepi padang senja”, ini juga penggunaan imjinaitif pengarang untuk menghidupkan suasana. Dapat diartikan bahwa pahlawan yang meninggal tersebut identitasnya tidak dikenal, sehingga pengarang menggunakan klausa “menangkap sepi padang senja”. Baris berikutnya “Dunia tambah beku ditengah derap dan suasana menderu”. Penggunaan majaspun dipakai oleh pengarang untuk mengimajinasikan idenya. Penggunaan majas dimaksudkan agar pembca benar-benar dapat memasuki makna puisi ini dan dapat betapa kasihan seorang pahlawan dalam usia muda sudah gugur di medan perang. Selain dalam bait ketiga, majas juga digunakan pengarang dalam bait lain, yakni dalam bait pertama. Penggunaan “Senyum bekunya mau berkata”, bait kedua “Kedua lenganya memeluk senapang”. Puisi ini sangat indah dengan adanya penggunaan majas dalam beberapa bait. Selain penggunaan majas, ada juga hal yang membuat puisi menjadi mengesankan. Seperti kita ketahui, dengan puisinya seorang penyair bukan sekadar memberi tahu tentang sesuatu, seperti yang tertera dalam puisinya, melaikan ingin mengajak pembaca merasakan seperti yang dirasakanya. Pengimajian tersebut dapat kita deskripsikan. • Sebuah lubang peluru bundar di dadanya citraan penglihatan, seakan-akan kita dapat melihat, terbayang dalam angan-angan • Kedua lenganya memeluk senapang citraan penglihatan • Wajah sunyi setengah tengadah citraan penglihatan • Menangkap sepi padang senja citraan perabaan • Dunia tambah beku di tengah derap dan suasana menderu citraan perabaan H. Ketidaklangsungan ekspresi puisi Penyair atau sastrawan umumnya sering dikatakan memiliki “bahasa sendiri” yang lain dari bahasa umum. Penilaian itu timbul karena sering dijumpai kata-kata yang tidak biasa digunakan pada umumnya. Dalam puisi PAHLAWAN TAK DIKENAL karya Toto Sudarto Bachtiar ini terdapat beberapa penyimpangan bahasa baik berupa penggantian arti, penyimpangan arti, ataupun penciptaan arti dan hal ini biasa disebut dengan ketidaklangsungan ekspresi puisi. 1. Penggantian Arti Dalam puisi PAHLAWAN TAK DIKENAL ini, terdapat beberapa kata yang mengalami penggantian arti. Penggantian arti tersebut dimaksudkan oleh pengarang untuk menemukan keindahan dalam sajaknya. Penggantian arti dalam puisi ini dilakukan dengan mempersamakan suatu hal dengan hal yang lain walaupun hal tersebut berlainan seperti yang terdapat dalam bait kedua. Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lenganya memelak senapang Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur sayang Pada bait kedua baris keempat dalam puisi ini dapat kita lihat penggantian arti dari yang semula gugur atau meninggal oleh pengarang disampaikan dengan “Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur sayang”. Begitu pula yang terjadi pada bait kelima baris pertama, gugur diperumpamakan dengan “Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring”. 2. Penyimpangan Arti Penyimpangan arti terjadi karena adanya ambiguitas, kontra diksi dan non sense. Dalam puisi PAHLAWAN TAK DIKENAL ini terdapat beberapa kata yang mengalami penyimpangan arti seperti yang terdapat pada bait ketiga. Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu Dia masih sangat muda Dalam bait ketiga itu dapat kita lihat frasa “wajah sunyi, dan menengkap sepi”, frasa tersebut tidak mempunyai arti secara linguistik atau dapat disebut pula frasa tersebut adalah frasa yang kontradiksi. 3. Penciptaan Arti Puisi karya Toto Sudarto Bachtiar ini dalam penulisanya menggunakan persajakan yang indah. Dalam membuat persajakan yang indah dalam puisi ini, Toto SudartoBachtiar menggunakan penciptaan arti untuk mendapatkan persajakan yang indah. Sebagai contoh dapat kita lihat pada bait kedua. Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lenganya memeluk senapang Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur sayang Pada bait kedua ini dapat kita lihat dimana pengarang ingin membuat persajakan yang sempurna yakni a-a-a-a. Oleh karena itu, dia menuliskan kata senapan menjadi senapang agar mendapat akhiran “ng” pada tiap barisnya yang pada akhirnya membuat persajakan menjadi a-a-a-a. I. Kode Sastra Puisi pahlawan tak dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar ini mengandung beberapa nilai/kode sastra. Karya ini, mengisahkan perjuangan seorang pahlawan masih muda yang gugur di medan perang. 1. Budaya Perjuangan tidak hanya bertempur di medan laga, dulu sebelum tanah air kita merdeka banyak pahlawan rela gugur untuk mempertahankan tanah air. Kita sebagai generasi penerus seharusnya dapat melanjutkan perjuangan lewat memajukan dan meningkatkan kualitas bangsa Indonesia. Sebagai pelajar atau mahasiswa kita dapat melanjutkan perjuangan dengan belajar giat dengan memperhatikan semangat yang dimiliki oleh pejuang-pejuang kita. 2. Bahasa Bahasa merupakan tulang punggung karya sastra. Tidak mungkin ada karya sastra jika tidak ada bahasa. Dengan demikian, semua karya sastra indonesia yang tidak mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku dalam bahasa tersebut kecuali dalam hal-hal khusus atau yang memungkinkan tidak akan dapat dipahami oleh pembacanya. Menurut kaidah bahasa Indonesia kata pahlawan tak dilenal berarti seorang pejuang/ pahlawan yang namanya tidak diketahui. Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. Kata terbaring disini dapat diartikan tidur, bisa di atas kasur ataupun diatas lantai. Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang. Kata senyum beku dapat diartikan senyum untuk selama-lamanya. Dapat diartikan bahwa pahlawan yang tidak dikenal meninggal dunia pada waktu perang dengan keadaan bangga
26Tahun Telah Berlalu, Marsinah Abadi Hingga Kini. Sapardi membuktikan bahwa puisi tak melulu soal cinta. Dari hal ini juga kita sastra mampu mengekalkan yang telah tiada. Kita tidak bisa menutup mata bahwa apa yang menimpa Marsinah adalah bagian dari sejarah sebuah perjuangan besar di masa silam, yang kini masih berpengaruh untuk kehidupan kita.
Makna dan Arti Perbait Puisi Pahlawan Tak Dikenal’ Karya Toto Sudarto Bachtiar Pahlawan Tak Dikenal Sepuluh tahun yang kemudian ia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang… Sebuah lubang peluru lingkaran di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang… Dia tidak ingat bilamana ia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa ia datang Kemudian ia terbaring, tapi bukan untuk tidur sayang… Wajah sunyi setengah tergundah Menangkap sepi pedang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan bunyi menderu Dia masih sangat muda… Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya… Sepuluh tahun yang kemudian ia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru lingkaran di dadanya Senyum bekunya mau berkata “aku sangat muda” Klik Tautan untuk membaca biografi singkat Toto Sudarto Bachtiar. Parafrase Puisi Pahlawan Tak Dikenal’ Untuk memahami sebuah karya sastra puisi dengan mudah, maka perlu dilakukan parafrase terhadap puisi tersebut. Berikut ini ialah parafrase untuk puisi Pahlawan Tak Dikenal’ hasil karya Toto Sudarto Bachtiar. Sepuluh tahun yang kemudian ia terbaring Tetapi dia bukan sedang tidur, sayang… Sebuah lubang peluru berbentuk lingkaran ada di dadanya dalamSenyum bekunya diamau berkata, kita sedang perang… Dia tidak ingat bilamana kapan ia tiba ke medan perang ini Kedua lengannya memeluk memegang senapan senjata api Dia juga tidak tahu untuk siapa ia datang Kemudian ia terbaring di atas tanah, tapi bukan untuk tidur sayang… Wajahnya sunyi setengah tergundah seakan Menangkap sepi mengiris seperti pedang saat senja penduduk Dunia tambah merasa beku di tengah derap langkah orang dan bunyi perbincangannmenderu mengatakan bahwa Dia masih sangat muda… Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali mengenang memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, justru wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya… sudah Sepuluh tahun yang kemudian ia gugur terbaring Tetapi dia tidak sedang bukan tidur, sayang dia mati sebab tertembak Sebuah peluru lingkaran di dadanya Senyum bekunya seolah-olah mau berkata “aku mati berjuang sangat muda” Puisi di atas Pahlawan Tak Dikenal’ ditulis pada 1955. Tepat sepuluh tahun kejadian 10 November yang kemudian dikenang sebagai hari pahlawan. Bukan sebab banyak pendekar yang lahir pada 10 November, melainkan pada 10 November 1945 terjadi pertempuran sengit yang memakan korban jiwa banyak dari rakyat Indonesia di Kota Surabaya. Sebuah kejadian penting dalam tonggak sejarah bangsa Indonesia. Dalam pertempuran 10 November, rakyat Indonesia memang kalah sebab persenjataan dan tentara yang tidak terlatih menyerupai tentara penjajah. Tetapi kejadian tersebut menyampaikan eksistensi bangsa Indonesia bahwa benar-benar ingin merdeka dan siap mempertahankan kemerdekaan. Contoh Parafrase Puisi yang lain sanggup dibaca dalam beberapa artikel ini Lihat dan Baca Berikut ini makna puisi Pahlawan Tak Dikenal’ dari masing-masing bait Bait pertama Sepuluh tahun yang kemudian ia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang… Sebuah lubang peluru lingkaran di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang… Menunjukkan bahwa tokoh Pemuda Tak Dikenal’ sudah mati sebab tertembak. Terbuki dengan adanya baris ketiga yang tertulis, lubar peluru lingkaran di dadanya. Juga dibuktikan dengan adanya frasa senyum bekunya’. Beku membuktikan bahwa seseorang telah mati. Akan tetapi, tokoh Pemuda Tak Dikenal tidak sedih. Dia tersenyum. Berarti ini membuktikan bahwa ia nrimo mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa. Sementara penggunaan kata kita’ membuktikan bahwa penyair ingin melibatkan setiap pembacanya, seluruh rakyat Indonesia dalam emosi puisi tersebut. Mengingatkan bahwa kita pernah mengalami hal semenyakitkan itu. Bait Kedua Dia tidak ingat bilamana ia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa ia datang Kemudian ia terbaring, tapi bukan untuk tidur sayang… Bait kedua puisi di atas menggambarkan bahwa ia Pemuda tiba ke medan pertempuran sudah lama. Sampai tiadak ingat. Dia tiba berperang juga tidak tahu untuk siapa. Penggunaan kata siapa’ mengindikasikan alasan kedatangannya ke medan pertempuran bukan untuk orang lain, tetapi untuk bangsa dan negaranya. Meskipun karenanya ia gugur terbaring, tetapi sebelumnya sudah memegang senapan. Berarti sedang berperang. Bait Ketiga Wajah sunyi setengah tergundah Menangkap sepi pedang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan bunyi menderu Dia masih sangat muda… Kini wajah sang cowok penuang itu sudah sepi. Tak sanggup lagi berjuang. Di agak gundah, atau bingung. Menangkap sepi ketika sudah senja. Kata senja membuktikan final perjalanan. Jadi, final usaha cowok tersebut. Selain dirinya dan senyumnya yang membeku. Orang-orang di dunia juga ikut terpaku dan terharu. Sehingga banyak pergunjingan di dunia internasional yang menyampaikan bahwa cowok pejuang itu masih sangat muda ketika gugur. Bait Keempat Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya… Setelah tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, banyak orang yang berbondong ikut-ikutan memperingati. Kata hujan membuktikan bahwa suasana sedang sedih. Hujan identik dengan tangis. Peringatan yang dilakukan sekadar peringatan. Sekadar merangkai bunga, tetapi tidak mengenal sang pejuang yang gugur, untuk apa ia berjuang sampai gugur. Yang tampak ialah keasingan yang tak dikenal. Tidak mengenal potensi diri, tidak mengenal potensi bagi negara. Bait Kelima Sepuluh tahun yang kemudian ia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru lingkaran di dadanya Senyum bekunya mau berkata “aku sangat muda” Bait kelimat tersebut mengindikasikan bahwa kita harus mengenangnya. Setelah sepuluh tahun kemudian puisi ditulis 1955, maka yang dimaksud ialah 1945, tahun proklamasi Indonesia sekaligus pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dalam bait terakhir tersebut hanya’ ditulis mau berkata saya sangat muda. Baris terakhir sanggup dimaknai sebagai adanya somasi pada keadaany. Jika ditulis panjang sanggup berupa goresan pena menyerupai ini Aku masih sangat muda, sudah gugur di medan perang. Tidak mengharapkan imbalah apa atau jadi siapa. Semua yang kulakukan demi negara Ini. Jangan buat mainan, jangan mengutamakan kepentingan diri sendiri, tetapi dahulukan kepentingan bersama. Aku rela mati sangat muda. Kita harus sanggup menjalankan dengan baik kemerdekaan Indoneisa. Kemerdekaan Indonesia harus dibayar mahal. Maka sekarang kamu tinggal mengisinya masak masih sangat muda mengalah kepada keadaan. Refleksi Puisi Penjelasan di atas ialah bahan pengetahuan puisi ditinjau dari makna keseluruhan yang diterapkan. Intinya Banyak cowok tak dikenal yang gugur di palagan 10 November di Surabaya. Jika berhenti maka kita akan jalan terus. Banyak cowok yang gugur sebab sudah angkat senjata. Kematiannya dalam usia yang sangat muda, semakin menjadi perhatian dunia. Gugurnya semakin menjadi deru perbincangan orang dunia internasional. Demikian klarifikasi mengenai makna dan arti puisi Pahlawan Tak Dikenal’. Semoga bermanfaat.
pahlawan tak dikenal karya Aming Aminoedhin: ribuan orang bergerak sepanjang jalan berteriak menuju hotel yamato tengah kota kibar bendera merah-putih-biru itu menggemuruhkan gelegak antipati pada hati tanpa henti tanpa kompromi. ribuan orang bergerak sepanjang jalan berteriak menuju hotel yamato tengah kota ribuan orang memanjat hotel itu Puisi Pahlawan – Jasa pahlawan sangatlah besar, tanpa mereka kita tidak akan menikmati kemerdekaan seperti saat ini. Merdeka untuk bekerja, bebas bergerak di negeri sendiri, bebas berpendapat, dan bebas menentukan nasib sendiri. Pengorbanan mereka sungguh luar biasa, berkorban untuk negara tercinta demi kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu. Untuk itu, janganlah kita melupakan sejarah, sejarah bagaimana negeri ini diperjuangkan, sejarah perjuangan para pahlawan yang harus selalu kita kenang terutama di momen-momen tertentu seperti perayaan hari nasional. Hari peringatan kemerdekan, hari pahlawan, dan pahlawan nasional maupun daerah, patut diperingati seperti pada saat upacara bendera. Tak lupa doa teriring kepada mereka para pahlawan dengan mengunjungi makamnya di momen-momen perayaan tersebut. Dan sebagai penggugah semangat kepahlawanan, membuat puisi pahlawan juga bisa menjadi sarana menebalkan rasa patriotisme. Contoh puisi semangat pahlawan seperti berikut. Puisi PahlawanPuisi Pengorbanan PahlawanPengorbanan Seorang PahlawanPuisi Pahlawan Menyentuh JiwaKita IndonesiaPuisi Pahlawan Tumpah Darah IndonesiaDi Balik Seruan PahlawanPuisi Hari PahlawanTANAH TUMPAH DARAHKUPuisi Pahlawan 4 BaitBayang-Bayang PejuangPuisi Pahlawan tanpa tanda JasaRindu GuruPuisi Pahlawan karya Chairil AnwarKrawang – Bekasi Oleh Chairil AnwarPuisi Pahlawan 10 NovemberPupus Raga Hilang NyawaPuisi Pahlawan 2 BaitKobarkan SemangatPuisi Pahlawan 3 baitPahlawan yang HilangPuisi Pahlawan SoekarnoPuisi Pahlawan PendidikanPuisi Semangat PahlawanTerima kasih pahlawanPuisi Pahlawan KemerdekaanPuisi Pahlawan PendekPuisi Pahlawan IndonesiaUntukmu Pahlawan IndonesiakuPuisi PahlawankuPahlawankuPuisi Pahlawan Pejuang IndonesiaJenderal SudirmanPuisi Pahlawan Ibu KartiniPuisi Pahlawan tak Dikenal karya Toto Sudarto BachtiarPahlawan Tak DikenalPuisi Pahlawan NasionalDiponegoro Puisi Pahlawan Puisi Pahlawan Untuk Pahlawan NegrikuUntuk negriku… Hancur lebing tulang belulang Berlumur darah sekujur tubuh Bermandi keringat penyejuk hatiKu rela demi tanah airku Sangsaka merah berani Putih nan suci Melambai-lambai di tiup angin Air mata bercucuran sambil menganjungkan do’a Untuk pahlawan negri Berpijak berdebu pasir Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagat raya Hanya jasamu yang bisa ku lihat Hanya jasamu yang bisa ku kenang Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana Demi darahmu… Demi tulangmu… Aku perjuangkan negriku Ini Indonesiaku Puisi Pengorbanan Pahlawan Puisi Pahlawan Pengorbanan Seorang Pahlawan Wahai pahlawankuKan ku kenang selalu jasamuSeluruh maka terbuka akan perjuangan muKau bela kemerdekaan Kau rela korbankan jiwa ragaDemi nusa dan bangsaJasamu kan abadiBersemayam di hati penerusmuBerkat pengorbananmu Rakyat dan bangsa kini semakin majuKokoh kuat bersatuMelanjutkan cita-cita suci muTerima kasih pahlawan Kau telah berkorban untuk Negara kuTerimakasih pahlawan Puisi Pahlawan Menyentuh Jiwa Puisi Pahlawan Kita Indonesia Daku adalah putera bangsaDengan suara keras menyalakMeneriakkanMerdeka merdeka merdekaTak peduli siapa engkauJika kau adalah akuMaka teriakkanlah hal yang samaKarena aku dan kau adalah Indonesia Kita adalah IndonesiaDengan suara menggelegar kita berteriakMenyalakkan suara lantangMerdeka merdeka merdekaMaka marilah berteriak bersamaKarena aku kau dan kalianAdalah Indonesia Kita IndonesiaAku kau dan kalianAkan meraih peran yang besarUntuk majunya bangsa iniMenuju kemerdekaan yang hakikiKemerdekaan yang sejatiKita wajib melakukannyaKarena kita Indonesia Puisi Pahlawan Tumpah Darah Indonesia Puisi Pahlawan Di Balik Seruan Pahlawan karya Zshara Aurora Kabut…Dalam kenangan pergolakan pertiwiMendung…Bertandakah hujan derasMembanjiri rasa yang haus kemerdekaanDia yang semua yang ada menunggu keputusan Sakral Serbu…Merdeka atau mati Allahu AkbarTitahmu terdengar kian merasuk dalam jiwaDalam serbuan bambu runcing menyatuEngkau teruskan Menyebut Ayat-ayat suciEngkau teriakkan semangat juang demi negriEngkau relakan terkasih menahan tepaan belatiUntuk ibu pertiwi Kini kau lihat…Merah hitam tanah kelahiranmuPertumpahan darah para penjajah kejiGemelutmu tak kunjung siaLindunganya selalu di hatimuUntuk kemerdekaan Indonesia AbadiPuisi Guruku Pahlawan tanpa Tanda Jasa Jika dunia kami yang dulu kosongtak pernah kau isiMungkin hanya ada warna hampa, gelaptak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana Tapi kini dunia kami penuh warnaDengan goresan garis-garis, juga kataYang dulu hanya jadi mimpi Kini mulai terlihat bukan lagi mimpiItu karena kau yang mengajarkanTentang mana warna yang indahTentang garis yang harus dilukisJuga tentang kata yang harus dibaca Terimakasih guruku dari hatikuUntuk semua pejuang pendidikanDengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsaDengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubahApa yang tak mungkin kau jadikan mungkin Hanya ucapan terakhir dari mulutkuDi hari pendidikan nasional iniGempitakanlah selalu jiwamuwahai pejuang pendidikan Indonesia Puisi Hari Pahlawan Puisi Pahlawan TANAH TUMPAH DARAHKU Aku tak ingin melihat bangsakuKalah tersungungkur oleh waktuAktu tak ingin melihat bangsakuJatuh tenggelam ke dalam kehancuran Dengan tekad setinggi langitUntuk tanah ini aku rela berkorbanDisaat percaya diriku menyusutDisaat itulah semangatku semakin berkobar Selama mentari masih menyinari dunia Aku takkan berhenti sedetik pun Menyelamatkan melindungi dan mempertahankan Walaupun hingga aku menyatu dengan tanah negeriku Bersatulah wahai penerus bangsa Bulatkan tekadmu dan tegarlah bagai batu karang Keraskan segala usahamu serta keraskan pula suaramu Karena setiap usaha yang keras takkan mengkhianati Harapanku akan selalu mengiringi Untuk tanah negeri ini setiap hari Aku tidak ingin lagi Melihat ibu pertiwi tersiksa hati Puisi Pahlawan 4 Bait Puisi Pahlawan Bayang-Bayang Pejuang Bayang-bayang para pejuang bangsaWanginya harum di tengah deretan para pujanggaKisahnya indah penuh perjuanganSang pahlawan bangsa dan negara Merelakan nyawa di medan pertempuranRela dadanya tertembus peluruMeskipun tergeletak di tanah penuh darahNamun ia tetap hidup di dalam jiwa kita Bayang-bayang para pejuang bangsaKita menapak menembus eraDan kau saksikan kami di alam surga sanaKita bersatu untuk mempertahankan Kau ambil seragam lusuhmuKau kenakan dengan rapiMeski kau tak dikenalNamun juangmu masih terasa Puisi Pahlawan tanpa tanda Jasa Puisi Pahlawan Rindu Guru Di sepinya malam,Di gelapnya gulitaMungkin hanya satu malam sajaNamun sangat bermakna Di teriknya siangKau adalah penduhkuMeski hanya sebantar sajaNamun sangatlah bermakna JasamuAdalah kasih sayangmuTak harapkan balasan dan imbalanKarena kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa Aku baru sadarSangat berat menjadi engkauButuh tenaga yang kuat dan sabarKini aku menjadi engkauSangat berat rupanya Terimakasih darikuAnak didikmu duluYang pernah menjadi muridmuKini aku menjadi dirimuKan kukenang selalu jasa-jasamu Puisi Pahlawan karya Chairil Anwar Puisi Pahlawan Krawang – BekasiOleh Chairil Anwar Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasitidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi kenanglah kami. Kami sudah coba apa yang kami bisaTapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakanTapi adalah kepunyaanmuKaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapanatau tidak untuk apa-apa,Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkataKaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang, kenanglah kamiTeruskan, teruskan jiwa kamiMenjaga Bung Karnomenjaga Bung Hattamenjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayatBerikan kami artiBerjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang, kenanglah kamiyang tinggal tulang-tulang diliputi debuBeribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi Puisi Pahlawan 10 November Puisi Pahlawan Pupus Raga Hilang Nyawa Napak tilas para pahlawan bangsaBerkibar dalam syair sang sakaBerkobar dalam puisi indonesiaUntuk meraih Cita-cita merdeka Napak tilas anak bangsaBersatu dalam semangat jiwaBergema di jagat nusantaraUntuk meraih prestasi dan karya Merdeka…Kata yang penuh dengan maknaBertahta dalam raga pejuang bangsaBermandikan darah dan air mata Merdeka…Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercintaMenggelora di garis khatulistiwaMemberi kejayaan bangsa sepanjang masa Merdeka…Harta yang tak ternilai harganyaMenjadi pemicu pemimpin bangsaUntuk tampil di Era dunia Puisi Pahlawan 2 Bait Puisi Pahlawan Kobarkan Semangat Selama matahari masih bersinarAku tak pernah berhentiWalau itu hanya sebentarUntuk melindungi dan mempertahankan Meskipun aku akan bersatu dengan tanah airkuBersama darah dan keringatkuMari bersatuPara penerusku Puisi Pahlawan 3 bait Puisi Pahlawan Pahlawan yang Hilang Dimana lagi kan kutemukan keberanianmuDimana lagi kan kutemukan pekik teriak semangatmuDimala lagi ku temukan sosok sepertimuWahai pahlawan Beribu hari telah kulaluiJutaan hari telah kuhitung dengan jemariNamun tak mampu jua kutemukanSosok pahlawan sejati Kumeniti jalanan penuh onak dan duriMenyusuri gurun pasir yang kering kerontangDimanakah kan kutemui lagiSosok sepertimu wahai pahlawanku Puisi Pahlawan Soekarno Puisi Pahlawan Soekarno Ohh,, anak kandung ibu pertiwi..117 tahun lalu,telah mekar sekuntum bunga mawarYang mengharumkan tanah Jawa,Menggetarkan alam raya. Ohh,, bunga bangsa…Lelaki sawo matang,Berkopiah hitam,bertubuh tegak,berparas menawan, Yang lahir dari kandunganIbu yang dermawan,Yang dibesarkan di kumpulanOrang hebat di tanah Jawa Setiap katamu dipuja,Setiap langkahmu membangkitkan semangatJiwa-jiwa yang putus asa. Wahai sang proklamator bangsa..Kalau bukan karena kau,Tak akan pernah ada kata bukan karena kau,Tak akan ada Indonesia. Puisi Pahlawan Pendidikan Puisi Pahlawan Pendidikan Jika di dunia ini tanpa ada kauMaka akan kosongHampa dan gelapTak bisa maju Kini dunia dipenuhi banyak warnaPenuh polemikDengan berbagai goresanJuga mimpi mimpi yang beterbangan Kini bukan lagi mimpiAtau khyalanKarenamuKini warna warni berpendarTerlukis keindahanTerlukis garis lurusDan kalimat yang terbacaTerang benderang TerimakasihUntuk semua yang kau lakukanKarenamu, kini bangsa menjadi cerdasDenganmu,Kini nasib telah berubah indahTak ada yang tak mungkin Hanya ucapan terimakasih Puisi Semangat Pahlawan Puisi Pahlawan Terima kasih pahlawan karya Rayhandi Kuucapkan terima kasih untuk kalian yang disana Yang mati karena berani Yang mati karena yakin Yang mati karena benar. Kuucapkan terima kasih Untuk jasad yang sekarang menjadi abu Karena kalian kami merdeka Karena kalian merah putih tegak di pucuk langit garuda Menjulang menjadi bukti darah dan nyawa telah tertaruh. Kuucapkan terima kasih Untuk keberanian kalian Keberanian yang tumbuh di dasar hati Menjalar merenggut darah Tiada takut kalian berperang Bahkan matipun mau dikau. Kuucapkan terima kasih Untuk setiap doa Doa yang setiap hitam terbang ke langit Doa yang tiada henti hentinya kalian tasbih Untuk kami, indonesia mendatang. Kuucapkan terima kasih Tanah yang kami injak Air yang kami minum Adalah darah dan nyawa Yang dulu melayang. Kuucapkan terima kasih Sekali lagi, kuucapkan terima kasih Untuk kalian yang sekarang sudah di surga Tersenyum melihat garuda terbang tinggi. Puisi Pahlawan Kemerdekaan Puisi Pahlawan Ditanah ini kita dilahirkanDitanah ini kita menghirup udara penuh kesejukanDitanah ini kita disediakan air untuk minumDitanah ini kita disuguhkan melimpahnya kekayaan alam Tidaklah kita berontak melihat penjajahan bangsaAtas mengatasnamakan kebebasan bertopengReformasi..Harta kita dijarah, kehormatan kita terinjakAkankah kau diam melihat semua ini?Untuk indonesia tercinta, mari kita perjuangkanHak kemerdekaan kita Untuk berdiri ditanah air IndonesiaMenjaga kemerdekaan untuk tetap merdekaUntuk kesejahteraan bangsaUntuk Indonesia yang lebih berkaryaNKRI HARGA MATI! Puisi Pahlawan Pendek Puisi Pahlawan PahlawankuBagaimana ku bisaMembalas jasa-jasamuYang telah kau berikan untuk bumi pertiwi Haruskah aku turun ke medan perangHaruskah aku mandi berlumuran darahHaruskah aku tersusuk pisau belati penjajahAku tak tahu cara untuk membalas jasa-jasamu Engkau relakan nyawamuDemi satu kemerdekaan yang mungkinTak bisa kau raih dengan tanganmu sendiriPahlawanku engkaulah bunga bangsa Puisi Pahlawan Indonesia Puisi Pahlawan Untukmu Pahlawan Indonesiaku Demi negeri…Engkau korbankan waktumuDemi bangsa…Rela kau taruhkan nyawamuMaut menghadang di depanKau bilang itu hiburan Tampak raut wajahmuTak segelintir rasa takutSemangat membara di jiwamuTaklukkan mereka penghalang negri Hari-hari mu di warnaiPembunuhan dan pembantaianDan dihiasi Bunga-bunga apiMengalir sungai darah di sekitarmuBahkan tak jarang mata air darah ituYang muncul dari tubuhmuNamun tak dapat…Runtuhkan tebing semangat juangmu Bambu runcing yang setia menemanimuKaki telanjang yang tak beralasPakaian dengan seribu wangianBasah di badan keringpun di badanYang kini menghantarkan indonesiaKedalam istana kemerdekaan Puisi Pahlawanku Puisi Pahlawan Pahlawanku karya Sulistiono Deru kibar Sang Dwiwarna…Terdengar gagah di setiap penjuru negerikuGema ledakan meriam dan jatuhan proyektilnyaTelah terusir jauh…Tak lagi mengganggu, lembutnya nyiur melambaidi pantaiku nan mempesona. Kini terang jalanku…Nampak benderang cahaya negerikuBukan karena obor-obor peperangan…Bukan karena letupan api dari moncong senjata…Tapi karena cinta…Cinta yang diwariskan oleh mereka…Mereka?Manusia-manusia muliayang rela mengucurkan darahnyayang rela menyerahkan seluruh jiwa raganya,demi satu kata…Satu kata yang penuh maknaSatu kata yang sangat berarti adanyaSatu kata… MERDEKA!!! Pahlawanku…Hadirmu adalah keselamatanku dan kepergianmu adalah kemuliaan bagimu Puisi Pahlawan Pejuang Indonesia Puisi Pahlawan Jenderal Sudirman Sederhana dan bersahajaRendah hati serta penuh kasihBegitulah sosoknyaJenderal Sudirman Diiringi keikhlasan menjalani perjuanganDisertai ketabahan dalam kesakitanDan ditemani kesabaran dalam menentang kezhaliman Dapatkah lagi pemimpin sepertinya ditemukan?Disertai ketabahan dalam kesakitanDan pergolakan tlah merubah keadaan Rindu kami akan pemimpin sepertinyaRindu kami akan tokoh sebijak dan setangguh dirinya. Seorang pejuang kebanggaan bangsayang rela berjuang demi kebenaranyang rela berjuang demi perdamaianyang rela berjuang demi kemerdekaanbagi seluruh rakyat Indonesia. Puisi Pahlawan Ibu Kartini Puisi Pahlawan Raden Ajeng Kartini…Kau adalah wanita sejatiCita -citamu luhur ingin memajukan kaummuTak gentar kau melawan takdirmuDemi kebangkitan kaummu Raden Ajeng Kartini…Kau adalah teladan bagi kamiKau sejajarkan kami di mata duniaKau adalah cerminan bagi kami Raden Ajeng Kartini…Dunia kami cerah karenamuKini mereka tak memandang rendah pada kamiKini kami bangga sebagai wanitaKarena kami adalah kehormatan negeri ini Raden Ajeng Kartini…Kami berjanji padamuUntuk memajukan negeri kamiIngin kami berjuang mengisi kemerdekaanDengan ilmu dan kasih sayang kamiDemi mewujudkan cita – cita luhurmu Puisi Pahlawan tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar Puisi Pahlawan Pahlawan Tak Dikenal Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring..Tetapi bukan tidur, sayang…Sebuah lubang peluru bundar di dadanya..Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang… Dia tidak ingat bilamana dia datang..Kedua lengannya memeluk senapan..Dia tidak tahu untuk siapa dia datang..Kemudian dia terbaring, tapi bukan untuk tidur sayang… Wajah sunyi setengah tergundah..Menangkap sepi pedang senja..Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu..Dia masih sangat muda… Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun..Orang-orang ingin kembali merangkai karangan bunga..Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya… Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring..Tetapi bukan tidur, sayang..Sebuah peluru bundar di dadanya…Senyum bekunya mau berkata “aku sangat muda” Puisi Pahlawan Nasional Puisi Pahlawan Diponegoro Oleh Chairil Anwar Di masa pembangunan inituan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menantiTak gentar. Lawan banyaknya seratus di kanan, keris di kiriBerselempang semangat yang tak bisa mati. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpaluKepercayaan tanda menyerbu. Sekali berartiSudah itu mati. MAJU Bagimu NegeriMenyediakan api. Punah di atas menghambaBinasa di atas ditindasSesungguhnya jalan ajal baru tercapaiJika hidup harus merasai MajuSerbuSerangTerjang Demikian kumpulan puisi pahlawan yang bisa kamu jadikan referensi untuk tugas sekolah atau menjadi inspirasi untuk membuat puisi sendiri. Semoga semangat kepahlawan tetap menyala-nyala di dada kita sebagai langkah nyata menghargai jasa-jasa para pahlawan Indonesia. Merdeka!!!
PuisiPahlawan Tak Dikenal merupakan karya Toto Sudarto Bachtiar. Begitu dalam makna yang terkandung didalamnya.Tak banyak dari kita yang masih cinta terhada
Puisi yang berudul “pahlawan tak dikenal” adalah sebuah puisi kepahlawanan yang dikarang oleh penyair indonesia yang bernama Toto Sudarto Bakhtiar, puisi ini dikarang sejak 10 tahun peristiwa penajahan itu terjadi, sebuah puisi yang mengenang peristiwa masa lalu yang menolak lupa akan jasa para pahlawan indonesia tanpa identitas yang telah gugur demi membela negara pada saat itu. Oleh karenanya pengarang mencoba mengkaji makna dan amanat yang disampaikan pengarang puisi melalui puisi tersebut, agar lebih mudah difahami untuk dapat mengambil pelajaran bagi generasi-generasi mileniar sekarang ini. Juga sebagai bahan untuk meningkatkan semangat dalam mempertahankan negara yang merdeka, adil makmur dan beradab, sebgaimana dalam undang-undang negara kita, sehingga tidak da lagi perlawanan ataupun peperangan yang akan terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena gugurnya para pahlawan adalah saksi ketidakadilan yang harus dihapuskan dimuka bumi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free ALINEA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran 72 E-ISSN 2809-4204 Vol. 1 No. 1 Desember 2021 Hal. 72- 77 ANALISIS MAKNA DAN AMANAT PUISI ”PAHLAWAN TAK DIKENAL” KARYA TOTO SUDARTO BAKHTIAR Siti Aisyah1, Alpan Ahmadi2, Bq Yulia Kurnia Wahidah3 Institute Pendidikan Nusantara Global1,2,3 *Corresponding email alpanahmadi yuliakurnia_wahidah Article history Received 4 Des 2021 Revised 6 Des 2021 Accepted 8 Des 2021 Puisi yang berudul “pahlawan tak dikenal” adalah sebuah puisi kepahlawanan yang dikarang oleh penyair indonesia yang bernama Toto Sudarto Bakhtiar, puisi ini dikarang sejak 10 tahun peristiwa penajahan itu terjadi, sebuah puisi yang mengenang peristiwa masa lalu yang menolak lupa akan jasa para pahlawan indonesia tanpa identitas yang telah gugur demi membela negara pada saat itu. Oleh karenanya pengarang mencoba mengkaji makna dan amanat yang disampaikan pengarang puisi melalui puisi tersebut, agar lebih mudah difahami untuk dapat mengambil pelajaran bagi generasi-generasi mileniar sekarang ini. Juga sebagai bahan untuk meningkatkan semangat dalam mempertahankan negara yang merdeka, adil makmur dan beradab, sebgaimana dalam undang-undang negara kita, sehingga tidak da lagi perlawanan ataupun peperangan yang akan terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena gugurnya para pahlawan adalah saksi ketidakadilan yang harus dihapuskan dimuka bumi. Keywords analisis makna, amanat, puisiPENDAHULUAN Puisi merupakan karya sastra yang di tuangkan dalam bentuk tulisan sesuai pengalaman yang telah dibayangkan atau dirasakan baik secara nyata maupun secara bathin oleh pengarangnya. Hal ini di kuatkan oleh aminuddin 2002 menganggap bahwa puisi adalah sebuah struktur yang terdiri dari unsur-unsur pembangunan yang merupakan unsur-unsur terpadu yang tidak dapat dipisahkan dari unsur lainnya dan saling berhubungan satu sama lainnya. Struktur pembentuk puisi terbagi dua yakni struktur fisik dan struktur batin. Sedangkan menurut Waluyo 1987 menyatakan bahwa puisi merupakan karya sastra yang memanifestasikan pikiran dan keadaan keijiwaan seorang penyajak secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan semua kemahiran berbahasa dengan menghubungkan struktur fisik dan batinnya. Kedua unsur inilah yang membangun sebuah puah puisi dan tidak dapat dipisahkan. Karena jika dipisahkan sebuah puisi tidak mungkin mengandung nilai keindahan yang tinggi. Wahyuni 2017 mengatakan bahwa puisi terbentuk dari unsur-unsur yang yang saling berkaitan dan membentuk makna atau pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. ALINEA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran 73 Puisi merupakan salah satu karya sastra yang sangat indah dan dapat dimanfaaatkan sebagai media komunikasi atau interaksi antara pengarang dan pembaca. Nurjannah, Y., Agustina, P., Aisyah, C., & Firmansyah 2018 puisi adalah pernyataan penyajak yang meluapkan untaian kata yang mampu memberikan pengalaman, pemahaman, perasaan sehingga dapat memperhitungkan aspek khayalan agar puisi bisa menumbuhkan pengalaman tertentu untuk pembaca dan pendengar. Hawkes dalam Pradopo 1995145 unsur-unsur dalam puisi, bisa dikenal dengan sebutan sarana kepuitisan, antara lain adalah bahasa kiasan yang berupa matafora, personifikasi, perbandingan, dan sinedoks; citraan dan sarana retorika yang berupa ulangan kata, ulangan baris, ulangan bait, dan pararelisme. Selain itu juga kata-kata yang terdapat dalam puisi bersifat konotasi artinya setiap kata-katanya memiliki makna untuk diterjemahkan sebelum memahami seluruh isi dari sebuah puisi. Ismayani 2017 memahami sastra bertujuan untuk mengasah kemampuan kita untuk mengartikan, menikmati dan memanfaatkan karya sastra dalam kehidupan. Penggunaan karya sastra dalam kehidupan bermasyarakat dapat berupa penerapan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung didalamnya. Jadi keismpulannya puisi merupakan sebuah karya sastra yang ditulis oleh seorang pengarang yang memiliki arti, makna dan maksud tertentu seperti, keberanian, peruangan yang kuat, keikhlasan dan lain sebagainnya METODE Analisis puisi ini menggunakan metode hermeneutik atau dikenal dengan metode penafsiran. Metode hermeneutik merupakan cara memahami dan menafsirkan sebuah teks dengan merekontruksi proses kreatif teks tersebut. Syukran Makmun dan Rabiyatul Adawiyah 2018. Karya sastra sangat penting untuk di tafsirkan sebab di dalam karya sastra terdapat bahasa dan di dalam bahasa terdapat banyak makna yang tersembunyi atau sengaja di sembunyikan. Richard E. Palmer, 1969 3 dalam Sumaryono 201324 menyatakan hermeneutika pada akhirnya diartikan sebagai proses pengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti. Sehingga tujuan dari metode ini agar seseorang mudah memahami maksud dari sebuah puisi. Melalui metode ini penulis mencoba menganalisis makna dan amanat yang terkandung dalam puisi yang berujudul “pahlawan tak dikenal” buah karya dari Toto Sudarto Bakhtiar puisi ini dianalisis sesuai pemahaman diri pribadi. Sumber data penelitian ini yaitu puisi berjudul “pahlawan tak dikenal”. Teknik analisis data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajiand data, dan simpulan. Dari permulaan pengumpulan data sudah mulai mencari arti kata-kata, mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, alur sebab akibat, dan proporsi-proporsi. Setelah ALINEA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran 74 mencermati hasil analisis, akhirnya kegiatan penelitian ini ditutup dengan menarik kesimpulan akhir yang bersifat utuh. PEMBAHASAN Sebelum mendalami makna perbait pada sebuah puisi, perlu untuk melakukan prafrase terhadap puisi tersebut agar lebih cepat dan mudah difahami maupun dimengerti. Adapun parafrase puisi pahlawan tak dikenal karya toto sudarto bakhtiar sebagai berikut PAHLAWAN TAK DIKENAL Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi dia bukan sedang tidur, sayang Sebuah lubang peluru beberbentuk bundar terdapat di dadanya dalam Senyum bekunya dia mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana kapan dia datang ke medan perang ini Kedua lengannya memeluk memegang senapan senjata api Dia juga tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudin dia terbaring diatas tanah, tapi bukaan tidur sayang Wajah nya sunyi setengah gundah seakan Menangkap sepi mengiris seperti pedang saat senja penduduk Dunia tambah merasa beku ditengah derap langkah orang dan suara perbincangan menderu mengatakan bahwa Dia masih sangat muda Hari itu 10 november, hujanpun mulai turun Orang-orang ingin kembali mengenang memandangnya Sambil merangkai karangn bunga Tapi yang nampak ustru wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya sudah Sepuluh tahun yang lalu dia gugur terbaring Tetapi dia tidak sedang bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar didadanya Senyum bekunya seolah-olah mau berkata “aku mati beruang sangat muda” Setelah kita mengetahui parafrase dari puisi diatas maka Adapun makna perbait dari puisi pahlawan takdikenal karya dari toto sudarto bakhtiar sebagai berikut PAHLAWAN TAK DIKENAL Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar didadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang ALINEA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran 75 Dalam bait ini pengarang menceritakan kisah seorang pemuda yang telah gugur di medan perang 10 tahun yang lalu dari sejak puisi itu dikarang yaitu pada tahun 1955. sangat disayangkan bukan tidur tetapi telah gugur. Gugurnya dibuktikan dari kata Frasa dia terbaring, sebuah pluru bundar di dadanya tertembak, senyum bekunya beku menandakan orang yang sudah meninggal sedangkan kata senyum itu menandakan dia yang ikhlas dan bangga mati berjuang membela negaranya. Kata “kita” digambarkan seorang pengarang bahwa saking banyaknya korban jiwa yang gugur pada saat itu, kobaran semangat dari senyum beku mereka diartikan seakan ingin mengatakan mereka tidak mati sia-sia tetapi mati dalam keadaan sedang perang demi memperjuangkan sang negri tercinta Dia tidak ingat bila mana dia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudin dia terbaring, tapi bukaan tidur sayang Pada bait ini para pemuda itu bahkan tidak tahu dari penjuru daerah-daerah mana mereka datang. Mereka hanya siap untuk berperang dan dia juga tidak tahu untuk siapa dia berperang karena mereka berperang bukan untuk diri peibadi, kelompok ras, budaya ataupun agama akan tetapi semata-mata untuk memperjuangkan kemerdekaan negri tercinta dari penjajahan kala itu. Walaupun pada akhirnya harus gugur di medan peperang tersebut. “tapi bukan untuk tidur sayang” dalam frasa ini pengarang ingin seluruh pembaca mengambil pelajaran, bahwa gugurnya para pejuang harus dapat dijadikan bahan untuk melanjutkan estapet perjuangan mereka yang sudah tidak mampu meanjutkan tanpa harus melihat kiri kanan. Wajah sunyi setengah gundah Menangkap sepi pedang senja Dunia tambah beku ditengah derap dan suara menderu Dia masih sangat muda Bait ketiga menceritakan jasad pejuang yang sudah tidak mampu apa-apa lagi dia seolah-olah merasakan kegundahan Menangkap sepi pedang senja, senja berarti akan menutup hidupnya sebagai akhir perjuangan. Melihat keberanian perjuangan mereka dunia menjadi terpaku dan terharu, sehingga mereka terkenal oleh dunia bahwa mereka masih sangat muda saat gugur. Hari itu 10 november, hujanpun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Bait keempat menceritakan bahwa pristiwa itu terjadi pada tanggal 10 november yang ditetapkan sebagai hari pahlawan karena pada hari itu terjadinya pertempuran dahsyat yang banayak ALINEA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran 76 memakan korban jiwa dari rakyat indonesia. Kata “hujan” menandakan tangis yang mendalam karena identik dengan kesedihan. Orang-orangpun memperingati hari tersebut sambil merangkai karangan bunga, tetapi hanya sekedar peringatan saja tanpa mengenal atau mengetahui pengorbanan mereka para pejuang yang gugur. Untuk apa mereka beruang hingga gugur, kalau yang nampak hanya keasingan semata yang tidak mengenal potensi diri dan potensi bagi negri Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar didadanya Senyum bekunya mau berkata “aku sangat muda” Sehingga pada bait terakhir ini pengarang mengingatkan kita kembali bahwasanya kenangan pristiwa 10 november sekaligus yang merupakan hari pahlawan khendaknya sentiasa kita jadikan modal untuk membela dan memperthankan tanah air tercinta dengan penuh keikhlasan dan keberanian terutama generasi muda. Karena generasi muda adalah penentu dari maju dan runtuhnya suatu negara negara. Pada bait terakhir terdapat kata ingin mengatakan “aku masih sangat muda” Baris terakhir ini mapu dimaknai adanya gugatan terhadap keadanya. Bila tertulis panang meka maknanya akan seperti berikut Aku masih sangat muda, telah gugur di medan peperangan, tidak mengharapkan apa-apa dari siapa. Semua kulakukan demi negara, jangan jadikan permainan, jangan utamatan kepentingan pribadi saja, tapi dahulukan kepentingan bersama. Aku masih sangat muda. harus wajib sanggup mempertahankan kemerdekaan indonesia. Kemerdekaan indonesia harus dibaayar mahal. Maka kini kau tinggal mengisinya. jangan masih muda menyerah pada keadaan. Makna inti puisi pahlawan tak dikenal ini adalah perjuangan seorang pahlawan. Pada puisi tersebut dilukiskan seorang pahlawan yang pertempur untuk memperjuangkan negara indonesia. Dimana pada saat itu Belanda ingin menguasai indonesia kembali. Pesan inti yang ingin disampaikan pengarang pada puisi tersebut adalah hidup ini penuh perjuangan. Tetapi pada zaman sekarang sudah tidak ada lagi yang namanya bertempur di medan peperangan, tetapi berjuang untuk mengisi perjuangan dengan hal-hal yang bermanfaat dan berguna. Pada zaman modern ini juga hendaknya selalu dikenang jasa para pahlawan, bukan karena para pahlawan sudah tidak ada lantas kemudian perjuangannya tidak lagi diingat. SIMPULAN Jasa para pahlawan harus tetap dikenang. Perjuangan yang tidak kenal lelah dan rasa nasionalisme yang tinggi akan tetap hidup sehingga dapat memberi kemenangan dan kemerdekaan. Bukti cinta seseorang terhadap negaranya adalah senantiasa membela dan mempertahankan hak negaranya dengan ikhlas tanpa mengharap timbal balik, bahkan jika nyawa harus menjadi taruhanya. ALINEA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran 77 DAFTAR PUSTAKA Aminuddiin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung Sinar Baru Algesindo. Ismayani. R. M. 2017 Musikalisasi Puisi Berbasislesson Studi Sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif. Semantik, 52, 1-14. Nurjannah, Y. Y., Agustina, Aisah, C., & Firmansyah, D. 2018. Analisis Makna Puisi “ Tuhan Begitu Dekat” Karya Abdul Hadi Wm Dengan Menggunakan Pendekatan Semiotik. Parole. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,1 4, 535-542. Pradopo, Rachmat Doko. 1994. Penelitian sastra dengan pendekatan semiotik. Dalam teori penelitian sastra. Yogyakarta IKIP Muammadiyah. ____________________. 1995. Beberapa Telaah Sastra, Metode, Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta Pustaka Pelajar. Makmun, Sukran., & Adawiyah, Rabiatun. 2018. Kemampuan Mengapresiasi Puisi Dengan Metode Hermeneutik Dalam Penguasaan Bahasa Figuratif Siswa Man 2 Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019. Halaman 186. Mataram Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Sumaryono. 1999. Hermeneutik Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta Kanisius Wahyuni, L. 2017. Pembentukan citra diri dalam puisi kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana karya Mustofa Bisri. KEMBARA jurnal keilmuan bahasa, sastra, dan pengajarannya, 22, 187-194. Waluyo, H. 1987. Teori dan Apresisasi Puisi. Jakarta Erlangga. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this MakmunRabiyatul AdawiyahThis research is aimed to determine the ability to appreciate poetry by hermeneutic methods in mastering figurative language of students of MAN 2 Mataram in 2017/2018 academic year. This research is quantitative research. The data is collected by using observation and test. The research sample is students of grade X Mia consisting of 12 students of MAN 2 Mataram. Sample is selected by employing purposive sampling technique. Data analysis used is descriptive statistics. The result shows an average value of with a standard deviation of so that the ability to appreciate poetry with hermeneutic methods in mastering the figurative language of students Man 2 Mataram is Makna Puisi " Tuhan Begitu Dekat" Karya Abdul Hadi Wm Dengan Menggunakan Pendekatan Semiotik. ParoleY Y NurjannahP A C AgustinaC AisahD FirmansyahNurjannah, Y. Y., Agustina, Aisah, C., & Firmansyah, D. 2018. Analisis Makna Puisi " Tuhan Begitu Dekat" Karya Abdul Hadi Wm Dengan Menggunakan Pendekatan Semiotik. Parole. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,1 4, sastra dengan pendekatan semiotik. Dalam teori penelitian sastraRachmat PradopoDokoPradopo, Rachmat Doko. 1994. Penelitian sastra dengan pendekatan semiotik. Dalam teori penelitian sastra. Yogyakarta IKIP dan Apresisasi PuisiH WaluyoWaluyo, H. 1987. Teori dan Apresisasi Puisi. Jakarta Erlangga.
KarakteristikPuisi. Dalam pengucapan puisi, lebih banyak digunakan. Dalam pembentukan puisi, biasanya empat dawai digabungkan. Pembentukan Puisi terdiri dari Kesatuan Sintaksis atau Gatra, yang terdiri dari 4 hingga 5 Suku kata. Saat menulis konten puisi tentang kehidupan, apa yang terjadi secara keseluruhan.

Sudah menjadi kebiasaan, setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Namun, di balik ini, sebuah puisi bernama “Amanat Pahlawan Tak Dikenal” telah menjadi legenda dan mengingatkan kita pada para pahlawan yang tidak pernah terkenal. Puisi ini ditulis oleh Chairil Anwar, salah satu pujangga yang banyak dikenal di Indonesia. Puisi ini menceritakan tentang pahlawan tak terkenal yang bangga berkorban untuk bangsanya tanpa pamrih atau pujian. Berikut adalah beberapa baris dari amanat puisi pahlawan tak terkenal ini “Aku takkan lari saat musuh datang,Aku takkan lari saat badai akan berdiri teguh di tempat yang salah, Dan akan mati di medan perang.” Puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar ini mengajak kita untuk menghargai para pahlawan yang telah berjuang demi bangsanya. Puisi ini menjadi legenda dan merupakan simbol kesetiaan dan semangat patriotik yang tak pernah padam. Karena itu, amanat puisi pahlawan tak terkenal ini penting untuk diingat. Kita harus menghargai mereka yang telah berjuang dengan gigih dan tulus tanpa pamrih atau pujian. Setiap hari Pahlawan, kita harus mengingat dan menghormati para pahlawan yang telah berkorban demi kemajuan bangsa kita. Selain itu, amanat puisi ini juga harus menjadi pegangan kita untuk tetap teguh dan berkorban demi negara kita. Kita harus memiliki komitmen yang tinggi untuk melindungi dan menjaga tanah air kita. Ini juga berarti bahwa kita harus siap untuk berjuang demi kemajuan dan kemakmuran bangsa kita. Kesimpulannya, amanat puisi pahlawan tak terkenal ini mengingatkan kita pada para pahlawan yang telah berjuang demi kemajuan dan kemakmuran bangsa kita. Kita harus menghargai para pahlawan ini, dan semangat patriotik kita harus tetap tinggi. Kesimpulan Amanat puisi pahlawan tak terkenal seharusnya menjadi pegangan bagi kita semua. Puisi ini mengingatkan kita pada para pahlawan yang telah berjuang demi kemajuan dan kemakmuran bangsa kita. Kita harus menghargai para pahlawan ini, dan juga semangat patriotik kita harus tetap tinggi.

wKrXEg.
  • 05eilrpq7m.pages.dev/136
  • 05eilrpq7m.pages.dev/402
  • 05eilrpq7m.pages.dev/270
  • 05eilrpq7m.pages.dev/496
  • 05eilrpq7m.pages.dev/462
  • 05eilrpq7m.pages.dev/80
  • 05eilrpq7m.pages.dev/167
  • 05eilrpq7m.pages.dev/44
  • makna puisi pahlawan tak dikenal