Adabeberapa ciri-ciri kalimat langsung yang perlu diketahui supaya tidak salah dalam penggunaannya, di antaranya: ADVERTISEMENT. 1. Kalimat langsung diawali dan diakhiri dengan tanda petik (""). 2. Huruf pertama pada kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital. 3. Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan menggunakan Jawaban yang benar adalah C “Teman Ibu, ya?” tanya Ita kepada ibunya. Pembahasan Menurut KBBI, cerpen merupakan cerita pendek yang berisi tentang kisah cerita yang berisi tidak lebih dari 10 ribu kata. Kalimat langsung adalah kalimat yang digunakan dalam cerpen untuk menuliskan kalimat yang diucapkan tokohnya secara lisan. Ciri-ciri kalimat langsung yakni menggunakan tanda petik “...” dalam ucapan seseorang yang dituju untuk dituliskan. Penulisan kalimat langsung yang benar dalam penulisan cerpen adalah “Teman Ibu, ya?” tanya Ita kepada ibunya. Kalimat tersebut yang paling tepat sebab ujaran yang disampaikan tokoh diapit oleh tanda petik “...”, menggunakan huruf kecil untuk kalimat setelah tanda petik, menggunakan huruf kapital di awal kata yang menyatakan nama orang, dan diakhiri oleh titik .. Dengan demikian, jawaban yang benar adalah C
Langsungsaja, simak ulasannya sebagai berikut. 1. Dipakai Ketika Di Huruf Awal Kalimat. 2. Dipakai ketgika menyebutkan nama atau julukan. 3. Ketika Kapital Digunakan untuk Awal Kalimat Di Petikan Langsung. 4. Digunakan Ketika Menulis Kitab Suci, Tuhan (termasuk Kata ganti untuk Tuhan) dan Nama Agama.

Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung – Ketika hendak menulis sebuah cerpen atau kerangka karya prosa lainnya, apakah Grameds pernah memperhatikan jenis kalimat apa yang sekiranya cocok untuk digunakan? Yap, proses menulis itu tidak hanya semata-mata menuangkan gagasan dan bentuk bahasa tulis saja ya, tetapi juga harus mempertimbangkan kalimat apa yang sesuai. Dalam sekian ragamnya kalimat, terdapat kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Apakah Grameds masih mengingat materi Bahasa Indonesia tersebut? Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung ini memiliki bentuk yang berbeda. Bahkan beberapa orang sering membedakannya dari adanya keberadaan tanda petik yang mengisi dua jenis kalimat tersebut. Lalu sebenarnya, apa sih kalimat langsung dan kalimat tidak langsung itu? Apa saja ciri-ciri yang membedakan antara keduanya? Bagaimana pula dengan jenis kalimat selain kalimat langsung dan kalimat tidak langsung ini? Nah, supaya Grameds memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini! Kalimat LangsungPengertian Kalimat LangsungCiri-Ciri Kalimat LangsungStruktur Kalimat LangsungContoh Kalimat LangsungKalimat Tidak LangsungPengertian Kalimat Tidak LangsungCiri-Ciri Kalimat Tidak LangsungStruktur Kalimat Tidak LangsungContoh Kalimat Tidak LangsungPerbedaan Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak LangsungMengenal Jenis Kalimat LainnyaJenis Kalimat Menurut Jenis PredikatnyaJenis Kalimat Menurut Letak PredikatnyaJenis Kalimat Menurut Kelengkapan UnsurnyaJenis Kalimat Berdasarkan Perluasan UnsurnyaJenis Kalimat Berdasarkan Jumlah PolanyaJenis Kalimat Berdasarkan Pelakunya1. Kalimat Aktif Pengertian Kalimat Langsung Pada dasarnya, kalimat langsung adalah kalimat yang langsung diucapkan oleh seorang pembicara. Menurut Kosasih 2017, menyatakan bahwa kalimat langsung merupakan kalimat yang secara cermat menirukan sesuatu yang telah diujarkan oleh seseorang. Biasanya pada bagian kutipan akan berupa kalimat tanya, kalimat berita, maupun kalimat perintah. Lalu, Asul Wiyanto 2019 juga turut berpendapat mengenai definisi dari kalimat langsung yakni kalimat yang memberitahukan bagaimana ucapan yang telah dikatakan oleh orang ketiga seperti apa adanya. Apabila perkataan tersebut ditulis, maka ucapan aslinya akan diapit oleh tanda petik dua. Pada kalimat langsung yang berupa kalimat berita, nantinya akan memuat peristiwa atau kejadian dari sumbernya secara langsung. Ketika dituliskan, nantinya akan menirukan, mengutip, atau mengulang kembali ujaran dari sumber tersebut, yang tentu saja akan diapit oleh tanda petik dua. Ciri-Ciri Kalimat Langsung Dalam sebuah kalimat langsung ini memiliki ciri-ciri berupa Pada kalimat langsung, biasanya kalimat akan ditandai dengan adanya tanda petik dua “….”. Huruf pertama pada kalimat yang dipetik akan menggunakan huruf kapital. Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisah menggunakan tanda baca koma , Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua di depan kalimat langsung. Pada bagian kutipan, umum terdapat adanya kalimat tanya, kalimat berita, maupun kalimat perintah. Struktur Kalimat Langsung Struktur pada penulisan sebuah kalimat langsung biasanya sangat sederhana, yakni berupa “[pernyataan yang diucapkan oleh subjek]” , [kata kerja diawali dengan huruf kecil] [subjek]. Contoh “Kemarin Arkie mengerjakan tugas kelompok matematika”, kata Felix. [Subjek] [kata kerja] , “[pernyataan yang diucapkan oleh subjek dengan diawali huruf kapital] [tanda baca]” Contoh Felix berkata, “Kemarin Arkie mengerjakan tugas kelompok matematika.” Namun, terdapat beberapa sumber yang menyatakan bahwa struktur dari penulisan sebuah kalimat langsung berupa pengiring/kutipan Contoh Meta menyuruh, “Bukakan jendela itu supaya tidak panas!” kutipan/pengiring Contoh “Ayo berangkat sekarang saja!” teriak Claire marah kepada teman-temannya di lapangan sekolah. kutipan/pengiring/kutipan Contoh “Pak, Anda diminta datang” kata Lukas, “ke ruangan praktikum Biologi nanti pukul 11 siang.” Contoh Kalimat Langsung “Aku akan menonton konser hari ini”, kata Sabda. “Jangan bergerak!” gertak polisi kepada pencuri itu. Luna mengatakan, “Farel akan membersihkan jendela rumah besok lusa.” “Siapa yang belum membawa penugasan kelompok hari ini?”, tanya Bu Guru sebelum memulai pelajaran matematika. “Ida, kamu dipanggil Bu Heni”, kata Clara, “disuruh menemui Beliau di kantor guru.” Kalimat Tidak Langsung Pengertian Kalimat Tidak Langsung Pada dasarnya, kalimat tidak langsung ini tidak akan menggunakan tanda petik. Menurut Kosasih 2017, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan sesuatu atas ujaran seseorang. Bagian kutipan nantinya akan berbentuk kalimat berita. Kemudian menurut Abdul Chaer 2018, kalimat tidak langsung merupakan ubahan dari kalimat langsung, yakni yang tidak langsung diucapkan oleh seorang pembicara. Definisi dari kalimat tidak langsung ini juga diutarakan oleh Asul Wiyanto 2019, bahwa kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan isi atau maksud atas perkataan orang ketiga. Jadi, dalam kalimat tidak langsung ini, tidak menirukan secara langsung seperti apa adanya. Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung Dalam sebuah kalimat tidak langsung, terdapat ciri-ciri sebagai berikut Tidak menggunakan tanda petik dua “….” Intonasi seolah mendatar dan menurun pada akhir kalimatnya. Pelaku yang menyatakan ujaran dapat mengalami perubahan bergantung pada konteks kalimatnya, yakni kata ganti orang pertama menjadi orang ketiga. Kata ganti orang kedua menjadi orang pertama. Memiliki kata tugas berupa agar, sebab, bahwa, untuk, tentang, supaya, dan lainnya. Pada bagian kutipan biasanya berbentuk kalimat berita. Struktur Kalimat Tidak Langsung Sama halnya dengan kalimat langsung, pada kalimat tidak langsung ini juga memiliki strukturnya tersendiri, yakni berupa [subjek] [predikat] kata sambung] [kata yang diucapkan oleh subjek] Contoh Kynan mengatakan bahwa kemarin Fara telah pergi ke sekolah Contoh Kalimat Tidak Langsung Neo menyuruhku untuk membukakan gerbang nanti jika ada tukang paket datang. Bu Dewi mengatakan bahwa laki-laki yang tadi lewat adalah suami barunya. Ibu meminta Karina untuk segera membelikannya garam di warung sebelah. Bapak mengatakan bahwa listrik harus sudah dipadamkan sebelum pukul 10 malam. Bu Dokter menyuruh Lisa untuk tidak makan makanan pedas seperti seblak lagi. Perbedaan Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung Sebenarnya, antara kalimat langsung dan kalimat tidak langsung ini memiliki perbedaan yang paling mencolok yakni ada tidaknya tanda petik dua “…”. Pada kalimat langsung adalah berupa kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain, dengan langsung menirukan, mengutip, atau mengulang kembali ujaran dari sumber tersebut. Sementara itu, kalimat tidak langsung adalah ragam kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain tetapi susunannya telah diubah oleh penutur, yakni dengan tidak menirukan atau mengucapkannya lagi secara langsung. Nah, berikut ini beberapa perbedaan antara kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. No. Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung 1. Kata yang dikutip atau diucapkan, akan diawali dan diakhiri menggunakan tanda petik dua “….” Tidak menggunakan tanda petik dua “…” 2. Intonasi pada bagian kutipan memiliki nada yang lebih tinggi dibandingkan bagian pengiringnya. Intonasi membacanya datar, tidak jauh berbeda antara bagian kalimat pengiringnya dengan isi kalimat yang dikutip. 3. Huruf pertama yang digunakan setelah tanda petik dua “….” adalah berupa huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca yang sesuai dengan jenis kalimatnya. Terdapat perubahan kata ganti orang. 4. Tanda petik dua “…” penutup akan ditulis setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat. Semuanya berbentuk kalimat berita. 5. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua di depan kalimat langsung. Biasanya akan terdapat kata “bahwa”, “sebab”, “untuk”, “supaya”, “tentang”, dan kata tertentu lain yang berada setelah kalimat pengiring. Mengenal Jenis Kalimat Lainnya Sebelum membahas mengenai jenis-jenis kalimat lainnya, ada baiknya jika Grameds memahami mengenai apa itu kalimat. Pada dasarnya, kalimat adalah salah satu unsur bahasa yang berupa rentetan kata. Dalam kalimat biasanya akan menunjukkan isi pemikiran dari penulisnya secara lengkap. Pola dasar kalimat adalah Subjek + Predikat + Objek + Keterangan atau Pelengkap. Predikat pada sebuah kalimat juga tidak harus berupa kata kerja atau verba, tetapi juga kata benda nomina dan kata sifat adjektiva. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tertulis yang mengungkapkan pikiran penulis secara utuh dan diakhiri oleh intonasi final alias tanda baca titik .. Kalimat juga sebagai susunan dasar dari sebuah wacana. Artinya, sebuah wacana hanya akan terbentuk apabila terdapat dua kalimat, atau lebih yang letaknya berurutan dan berdasarkan pada kaidah kewacanaan. Jenis-jenis kalimat yang biasa digunakan dalam sebuah teks dapat ditinjau berdasarkan beberapa hal tertentu, yakni mulai dari Jenis predikatnya Letak predikatnya Kelengkapan unsurnya Perluasan unsurnya Jumlah polanya Aspek bicaranya Pelakunya Jenis Kalimat Menurut Jenis Predikatnya Kalimat Verba Yakni suatu kalimat yang predikatnya terbentuk dari adanya kata kerja atau verba. Contoh Rafa mengendarai sepeda barunya tadi pagi. Kalimat Nomina Yakni suatu kalimat yang predikatnya terbentuk dari kata benda atau frase benda nomina. Contoh Kynan seorang perempuan. Jenis Kalimat Menurut Letak Predikatnya Kalimat Normal Yakni sebuah kalimat yang subjeknya mendahului predikat. Biasanya, pola kalimat dalam jenis kalimat ini adalah pola dasar yakni berupa SPOK. Contoh Yudha mencatat pertanyaan guru. Kalimat Inversi Yakni sebuah kalimat yang predikatnya mendahului subjeknya. Contoh Dibuangnya sampah itu oleh Bapak. Jenis Kalimat Menurut Kelengkapan Unsurnya Kalimat Minor Yakni sebuah kaimat yang terdiri dari satu unsur pusat saja. Maksudnya, hanya terdapat satu kata saja tetapi sudah mampu menunjukkan maksud kalimatnya. Contoh “Tutup!”, “Tolong!”, “Cepat!”. Kalimat Elips Yakni sebuah kalimat yang salah satu unsur pusatnya dihilangkan karena pembaca pasti sudah memahaminya meskipun unsur tersebut tidak ada. Contoh Dia akan pergi ke Jakarta, tetapi saya pergi ke Bandung. – Dia akan pergi ke Jakarta, tetapi saya ke Bandung. Dalam kalimat kedua, kata “pergi” pada anak kalimat dapat dihilangkan dan maknanya akan tetap sama. Kalimat Mayor Yakni sebuah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur pusat yang mana terdiri dari subjek dan predikat S-P atau bahkan dapat lebih dari itu, misalnya diberikan keterangan S-P-O-K. Contoh Alam S akan pergi P besok pagi K Jenis Kalimat Berdasarkan Perluasan Unsurnya Kalimat Inti Sebenarnya, kalimat inti ini adalah kalimat mayor yang mana hanya terdiri dari dua inti saja untuk menjadi unsur pusatnya, yakni inti unsur subjek dan unsur predikat. Ciri-ciri kalimat inti adalah sebagai berikut Terdiri dari dua kata. Berintonasi normal. Memiliki susunan yang biasa. Contoh Anak yang terlahir kembar itu, meninggal dunia setelah dirawat selama enam belas hari di inkubator. Kalimat inti anak itu meninggal dunia. Kalimat Transformasional Yakni sebuah kalimat inti yang telah mendapatkan perluasan. Contoh Kalimat inti Dia pergi Kalimat transformasional Dia akan pergi Dia akan pergi dengan saya Dia akan pergi dengan saya besok pagi Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Polanya Kalimat Tunggal Yakni sebuah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola kalimat atau satu klausa saja. Pola kalimat pada jenis ini dibentuk oleh adanya subjek dan predikat. Namun, ada pula pola yang lebih lengkap, yakni subjek, predikat, objek, pelengkap atau keterangan. Contoh Raka pulang dari sekolah. Kalimat Majemuk Yakni sebuah kalimat yang terdiri atas adanya dua pola kalimat atau dua klausa yang bahkan lebih. Kalimat majemuk ini biasanya dapat dibentuk dari adanya paduan atas beberapa buah kalimat tunggal. Dalam kalimat jenis ini, dapat digolongkan menjadi tiga macam, yakni Kalimat majemuk setara, yang kalimatnya dihubungkan dengan konjungsi setara. Kalimat majemuk bertingkat, yang kalimatnya dihubungkan dengan konjungsi tidak setara. Kalimat majemuk campuran, yang kalimatnya dihubungkan dengan konjungsi setara dan tidak setara dengan klausanya berjumlah tiga atau lebih. Jenis Kalimat Berdasarkan Pelakunya 1. Kalimat Aktif Yakni sebuah kalimat yang predikatnya melakukan suatu pekerjaan. Ciri utama dari kalimat ini adalah predikatnya berupa kata kerja berawalan meN dan ber-. Contoh Fikri sedang membaca. 2. Kalimat Pasif Yakni sebuah kalimat yang subjeknya dikenai oleh pekerjaan. Biasanya, predikat pada jenis kalimat ini akan berawalan di- atau ter-. Contoh Bola itu ditendang oleh Arkie. 3. Kalimat Langsung dan Tak Langsung a Kalimat Langsung Yakni kalimat yang berupa kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain, dengan langsung menirukan, mengutip, atau mengulang kembali ujaran dari sumber tersebut. Contoh Adi berkata, “Segera kumpulkan buku gambar hari ini!” b Kalimat Tidak Langsung Yakni ragam kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain tetapi susunannya telah diubah oleh penutur, yakni dengan tidak menirukan atau mengucapkannya lagi secara langsung. Contoh Pak Agus berkata bahwa kita semua diminta untuk segera menuju ke aula sekolah sekarang. Nah, itulah ulasan mengenai apa itu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung beserta jenis-jenis kalimat yang biasa digunakan oleh para penulis dalam rangka menuangkan gagasan mereka. Apakah Grameds sering menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung ini ketika menuliskan sebuah karya tulis? Baca Juga! Memahami Apa Itu Konjungsi Kronologis dan Contoh Kalimatnya Penggunaan Tanda Baca Tanya dan Seru Dalam Bahasa Indonesia 15+ Contoh Kalimat Efektif dan Pembahasannya Pengertian dan Jenis-Jenis Kalimat Majemuk Pengertian Kalimat Efektif dan Syarat Terbentuknya Ciri-Ciri Kalimat Perintah dan Contohnya Pengertian dan Contoh Kalimat Tidak Efektif Pengertian dan Cara Menentukan Kalimat Fakta Pengertian, Ciri, dan Contoh Kalimat Ajakan Pengertian, Ciri, serta Contoh Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif Cara Mencari Kalimat Utama ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Kalimatpengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma dan satu spasi apabila bagian kalimat pengiring terletak setelah kalimat petikan. Contoh: "Ulu, aku tidak suka dengan hujan," kata Semut lirih. (Benar) "Kami saja yang besar dan kuat tak mampu melakukannya, apalagi kamu yang lemah dan kecil" kata mereka sangsi.

Mengenal dan memahami apa itu kalimat langsung, mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh, hingga cara penulisan kalimat langsung. — Dalam bahasa Indonesia, kalimat dikelompokkan menjadi berbagai jenis. Salah satu jenis kalimat yang sering digunakan, terutama dalam naskah cerita, adalah kalimat langsung. Jenis kalimat langsung sering digunakan untuk menceritakan dialog antartokoh dalam tulisan fiksi, seperti cerpen, dongeng, fabel, dan novel. Jika kamu ingin menyusun atau menulis naskah cerita, kamu perlu memahami apa itu kalimat langsung dan bagaimana penulisan kalimat langsung yang tepat. Nah, bagi kamu yang belum paham apa itu kalimat langsung dan cara menulis kalimatnya, simak penjelasan lengkapnya di sini. Apa Itu Kalimat Langsung?Ciri-Ciri Kalimat LangsungPenulisan Kalimat LangsungSusunan Kalimat Langsung dan Contoh Kalimatnya1. Pengiring – kutipan2. Kutipan – pengiring3. kutipan-pengiring-kutipanContoh Kalimat Langsung Apa Itu Kalimat Langsung? Menurut Kosasi 2017 64 kalimat langsung adalah jenis kalimat yang secara cermat menirukan secara persis sesuatu yang dikatakan oleh orang. Jadi di dalam kalimat langsung terdapat kutipan yang diambil dari perkataan orang lain. Bagian kutipan dalam kalimat langsung bisa berupa kalimat tanya, kalimat berita, ataupun kalimat perintah. Sementara menurut Abdul Chaer 2018, 209, pengertian kalimat langsung adalah kalimat yang langsung diucapkan oleh seorang pembicara. Menurut Asul Wiyanto 2019, 45 kalimat langsung adalah kalimat yang memberitahukan bagaimana ucapan yang dikatakan oleh orang ketiga secara persis atau apa adanya. Apabila ditulis, ucapan asli tersebut diapit oleh tanda petik. Berdasarkan perkataan para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat langsung adalah jenis kalimat yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain dengan langsung menirukan, mengutip, atau mengulang kembali perkataan atau ujaran dari sumber tersebut. Baca juga Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat Majemuk Terdapat beberapa ciri-ciri kalimat langsung yang harus diketahui. Adapun ciri-ciri kalimat langsung menurut Kosasih 201170 adalah sebagai berikut. Pada kalimat langsung kalimat kutipan ditandai dengan tanda petik “…”. Huruf pertama pada kalimat yang ada di dalam tanda petik “…” menggunakan huruf kapital. Kalimat kutipan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan tanda baca , koma. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua di depan kalimat langsung. Penulisan Kalimat Langsung Dalam menulis kalimat langsung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah penggunaan tanda baca saat mengutip atau menirukan perkataan orang lain. Meskipun terkesan mudah, tetapi masih banyak orang yang salah menulis bagian kutipan di dalam kalimat langsung. Nah, berikut adalah cara penulisan kalimat langsung. Bagian kutipan dalam kalimat langsung diapit oleh tanda petik 2 “ bukan petik 1 “. Tanda petik penutup ditaruh setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat kutipan. Jika kalimat yang dikutip merupakan kalimat berita, kalimat tersebut diakhiri dengan tanda baca titik atau koma, tergantung susunan kalimatnya. Jika kalimat yang dikutip merupakan kalimat perintah, kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru. Jika kalimat yang dikutip merupakan kalimat tanya, kalimat tersebut diakhri dengan tanda tanya. Sementara kalimat pengiring diakhiri dengan satu tanda koma atau titik tergantung susunan kalimatnya. Jika ada 2 kalimat petikan, huruf awal pada kalimat petikan pertama menggunakan huruf kapital, sedangkan pada kalimat petikan kedua menggunakan huruf kecil kecuali nama orang dan kata sapaan. Susunan Kalimat Langsung dan Contoh Kalimatnya 1. Pengiring – kutipan Berikut adalah contoh kalimat langsung dengan susunan pengiring – kutipan Ayah berkata, “Antarkan surat ini ke kantor pos.” Pada contoh di atas, terlihat bahwa bagian pengiring diakhiri dengan tanda koma. Pada bagian kutipan, awal kalimatnya menggunakan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Tak lupa kalimat yang dikutip diapit dengan tanda petik “…”. 2. Kutipan – pengiring Berikut adalah contoh kalimat langsung dengan susunan kutipan – pengiring “Aku akan berusaha jauh lebih keras lagi,” ucap Aria. Pada contoh di atas, terlihat bahwa bagian kutipan terletak di awal kalimat, baru kemudian diikuti oleh bagian pengiring. Pada bagian kutipan, awal kalimatnya menggunakan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma. Tak lupa kalimat yang dikutip diapit dengan tanda petik “…”. Selanjutnya bagian pengiring diawali dengan huruf keci dan diakhiri dengan tanda titik. 3. kutipan-pengiring-kutipan Contoh “Kak, kau dipanggil Ibu,” kata Heni, “di suruh membeli makanan.” Pada contoh di atas, bagian kutipan terletak di awal dan akhir kalimat. Sementara bagian pengiring berada di tengah-tengahnya. Bagian kutipan diapit dengan tanda petik “…”. Bagian kutipan yang ada di awal kalimat, diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma ,. Sementara bagian kutipan yang ada di akhir kalimat, diawali dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik .. Contoh Kalimat Langsung Mirna berkata, “Kemarin Rio mengerjakan pekerjaan rumah.” Lili menyuruh, “Tolong masak dengan sangat benar, agar rasanya sedap!” “Cepat sedikit jalannya!” teriak Nia kepada teman-temannya di lapangan sekolah. “Aku akan belajar hari ini,” kata Ima. “Aku akan berusaha jauh lebih keras hari ini,” ucap Aria. Aldi mengatakan, “Aku pergi ke sekolah naik sepeda.” “Baju itu bagus,” kata Maia. “Mau kemana kalian hari ini ?” tanya Andi. Ibu menyruh, “Belikan ibu garam di toko depan!” “Jangan berteriak!” gertak polisi pada pencuri. “Siapa yang membersihkan ruang kelas ini?” tanya guru sebelum memulai pelajaran. Budi berkata, “Aku ingin pergi ke jepang suatu saat nanti.” Navigasi pos

Sebuahjudul perlu dibedakan dengan teks lain di sekitarnya. Ketika saya menulis kalimat "Saya punya Recehan Bahasa", misalnya, pembaca mungkin tidak dapat menangkap dengan jelas mana yang merupakan judul buku. Penerapan huruf miring atau tanda petik memudahkan pembedaan bagian judul dengan bagian lain pada kalimat.
Hari ini hari senin. bu tari selalu memriksa kuku muridnya yang panjang dan kotor. tiblah giliran hendra yg di kok kuku kamu kotorvdan panjang sih hendra"hendra" maaf bu,,saya lupa, saya kemarin ngk ada waktu bu, maaf yah buk"buguru lalu mengusap kepala hendra dan berkata " tidk apa² hendra,, tp kamu harus potong kuku mu besok yah,, besok ibu periksa"

12Contoh Majas Paradoks dalam Kalimat Bahasa Indonesia; Adapun beberapa cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung yang baik dan benar adalah sebagai berikut. 1. Kutipan Langsung. Dalam menulis kutipan ini, ada sejumlah langkah yang mesti dilakukan, yaitu: 1.1. Memberi Jarak Selebar 2,5 Spasi Antara Teks Asli dengan Teks Kutipan

Jakarta - Ketika kita berbicara kepada orang lain, kita menggunakan kalimat langsung. Apa sih yang dimaksud dengan kalimat langsung? Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimat langsung di bawah langsung adalah kalimat yang diucapkan langsung oleh narasumber. Menurut buku Think Smart Bahasa Indonesia oleh Ismail Kusmayadi, kalimat langsung adalah kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain dengan langsung menirukan, mengutip, atau mengulang kembali ujaran dari sumber buku Bahasa Indonesia 1 SMA Kelas X yang ditulis oleh Sri Sutarni dan Sukardi, kalimat langsung dapat berisi kutipan berupa kalimat berita, kalimat perintah, dan kalimat tanya. Selain itu, kalimat langsung tetap menggunakan kata ganti orang yang sama dengan kalimat yang Kalimat LangsungDalam bidang kebahasaan, pada dasarnya penggunaan kalimat terbagi menjadi dua, yaitu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Untuk membedakan keduanya, kenali ciri-ciri klimat langsung, yuk!Dilansir dari buku Think Smart Bahasa Indonesia, ciri-ciri kalimat langsung adalah1. Dalam penulisannya, kalimat langsung menggunakan tanda petik "...".2. Bagian kutipan memiliki nada yang lebih tinggi dari bagian Memiliki kemungkinan susunan pengiring-kutipan, kutipan-pengiring, atau Ibu berkata, "Tolong antarkan amplop ini ke rumah Pak RT!" pengiring-kutipan2. "Giselle, apakah kamu sudah makan siang?" tanya Karina. kutipan-pengiring3. "Bu guru, saya ingin bertanya," ujar Irene, "kapan tugas ini harus dikumpulkan?" kutipan-pengiring-kutipanContoh Kalimat LangsungSeperti penjelasan sebelumnya, isi kutipan dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita, kalimat perintah, dan kalimat tanya. Nah, ini dia beberapa contoh kalimat "Ayah baru saja berangkat ke kantor," ujar "Kapan kamu akan pulang dari Bandung?" tanya ayah kepada "Ayo, bersiap-siap!" ujar Ibu, "kita akan segera berangkat ke Taman Safari."4. Kakak bertanya, "Bu, apakah kita akan pergi ke rumah nenek akhir minggu ini?"5. Bu Guru Tati berkata, "Anak-anak, jangan lupa kumpulkan tugas Matematika besok pagi di ruang guru!"6. Ana mengatakan, "Kak, ayo kita berangkat sekarang!"7. "Apa yang kamu lakukan untuk mengisi waktu luang?" tanya "Di mana kamu membeli baju ini?" tanya Vernon kepada "Ia tidak masuk kerja hari ini karena harus pulang kampung ke Surabaya," kata "Tolong kecilkan volume radio itu!" pinta penjelasan dan beberapa contoh tentang kalimat langsung yang siswa perlu ketahui. Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] lus/lus
BerikutCara membuat paragraf pembuka pada penulisan Cerpen : Apa yang harus dilakukan pertama kali dalam menitihkan tulisan.Tidak ada kata lain, selain paragraf pembuka. Nah, membuat paragraf pembuka ini pun kita tidak usah terlalu berpikir rumit-rumit. Namun, kita harus menggarisbawahi bahwasannya paragraf pembuka adalah bagian yang penting, sebagaimana kita telah menentukan judul cerpen. Oleh Nolilita, Guru SMPN Binaan Khusus Kota Dumai, Riau - Cerita pendek atau cerpen adalah cerita yang hanya memiliki konflik sederhana dan terdiri dari beberapa tokoh. Cerita pendek juga sering diartikan cerita yang habis sekali baca. Meskipun cerpen terkesan sederhana dalam penulisannya, untuk membuat cerpen tetap dibutuhkan berbagai teknik agar cerita yang dikarang menjadi unik, baru, dan tidak ada duanya dari cerita lainnya. Dari salah satu obyek yang sama, ada beberpa sudut unik yang dapat ditulis oleh pengarang. Pengarang dapat membumbui kisah-kisah pendek dengan berbagai fantasi dan pengalaman pribadi pengarang yang tentu saja tidak sama dengan pengalaman yang dimiliki pengarang atau orang lain. Baca juga Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada CerpenTeknik menulis cerpen Ada beberapa teknik yang digunakan dalam menulis cerita pendek seperti contoh cerpen Pohon Keramat yaitu Paragraf pertama yang mengesankan Paragraf pertama yang mengesankan merupakan kunci pembuka dalam sebuah cerpen selain dari judul. Cerpen adalah karangan pendek, maka dari itu paragraf pertama sebaiknya langsung masuk pada pokok persoalan dari cerita tidak perlu ditulis hal-hal klise dan menggurui karena akan menhadirkan kejenuhan dan apatis bagi para pembacanya Contohnya Di sebelah barat kampungnya ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil, lebih tepatnya disebut bukit. Tetapi peduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang menyebutnya dengan Gunung Beser. Sumber Pohon Keramat Pertimbangkan pembaca Pembaca adalah penikmat bacaan yang ditulis oleh seorang penulis atau pengarang. Maka pembaca memerlukan bacaan yang baru, segar, unik, menarik dan menyentuh perasaan.
Observasi Pada tahapan observasi adalah langkah awal pada penulisan sebuah cerpen yang dilakukan secara langsung dengan cara mengamati objek-objek peristiwa sehari-hari. 2. Menentukan Judul dan Tema Pada Cerpen, Pada tahapan kedua ini adalah tahap menentukan sebuah judul dan tema yang akan dibuat pada cepen. 3.
– Bagaimanakah Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar? Pertanyaan tersebut seringkali muncul dalam benak kita. Apalagi bagi kita yang sedikit banyak memiliki kegemaran untuk menuangkan pemikiran ke dalam bentuk tulisan. Cerpen pada dasarnya merupakan salah satu bentuk karya tulis yang bersifat fiksi atau tidak nyata. Hingga saat ini, cerpen menjadi karya sastra yang sering dibaca oleh masyarakat. Secara umum, publikasi cerpen banyak kita temukan di surat kabar, media daring, antologi cerpen, dan sebagainya. Berbicara mengenai cerita yang di angkat di dalam cerpen, tentunya sangat beragam. Baik kisah fiksi maupun nonfiksi. Terdapat banyak genre yang terbit dalam bentuk cerpen. Misalnya fiksi horor, fiksi detektif, fiksi ilmiah, dan sebagainya. Nah, pada paparan kali ini admin akan menjelaskan mengenai cara menulis cerpen dengan mudah. Tidak hanya berupa cara mudah saja, akan tetapi juga mengulas bagaimana cara menulis cerpen yang baik dan benar. Bagaimanakah Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar? Baca 10 Cara Mudah Menulis Cerpen yang Menyentuh Hati Mari kita bahas lebih mendalam lagi tentang cara menulis cerpen. Cara Menulis Cerpen 1. Menulis cerpen dengan memperhatikan struktur teks cerpen 2. Memahami Unsur-unsur Cerpen 3. Mengikuti Kaidah Kebahasaan Teks Cerpen 4. Tahapan Menulis Cerpen a. Tahapan Pra Menulis Cerpen b. Tahapan Saat Menulis Cerpen c. Tahapan Pasca Menulis Cerpen Tips Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar Bagikan Artikel Like this ARTIKEL TERPOPULER Pengertian cara menulis cerpen ialah suatu bentuk kegiatan yang di maksudkan untuk melahirkan pikiran dan perasaan, menemukan permasalahan dan/atau konflik, memberikan serangkaian informasi, serta menghidupkan kembali suatu kejadian secara utuh. Dalam penyusunannya, seorang penulis harus benar-benar memperhatikan cara menulis cerpen yang baik dan benar. Lalu, bagaimanakah cara menulis cerpen yang baik dan benar itu? Simak penjelasannya di bawah ini. Dalam upaya untuk menulis cerpen yang baik, seorang penulis wajib untuk selalu memperhatikan struktur teks cerpen. Adapun struktur teks cerpen itu terdiri atas Pertama, orientasi Kedua, rangkaian peristiwa Ketiga, komplikasi Keempat, resolusi Orientasi adalah struktur teks cerpen yang di dalamnya berisi pengenalan latar cerita. Bagian ini erat kaitannya dengan latar tempat, alur, waktu, hingga latar suasana. Sedangkan latar berguna untuk menghidupkan cerita sehingga dapat meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar juga dapat berfungsi sebagai sarana pengekspresian watak baik secara fisik maupun psikis. Adapun Rangkaian Peristiwa ialah urutan peristiwa dalam cerpen yang saling terkait satu dengan yang lain sehingga menjalin sebuah rangkaian kejadian tak terduga. Sementara Komplikasi dapat bermakna pergerakan seputar konflik atau masalah yang mempengaruhi latar waktu dan karakter. Terakhir Resolusi, ialah solusi atau penyelesaian untuk masalah atau tantangan yang berhasil di capai oleh tokoh utama cerpen. Resolusi dapat juga bermakna cara pengarang dalam mengakhiri cerita. Baca Juga Struktur Teks Cerpen dan Contoh Analisisnya yang Tepat 2. Memahami Unsur-unsur Cerpen Unsur-unsur cerpen harus menjadi pertimbangan berikutnya bagi seorang penulis untuk dapat menulis cerpen yang baik dan benar. Kita mengenal dua buah unsur yang terdapat dalam sebuah cerpen. unsur-unsur cerpen tersebut terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Keduanya saling erat terhubung dan tidak boleh terlepas satu dengan yang lain. Unsur intrinsik cerpen terdiri atas tema, alur, latar, perwatakan, tokoh, dan nilai. Sedangkan unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berada di luar lingkaran penulisan cerpen akan tetapi memiliki pengaruh pada jalannya cerita pada cerpen itu sendiri. Dengan demikian unsur ekstrinsik dapat berupa latar belakang penulis dan situasi atau kondisi saat cerpen tersebut di tulis. 3. Mengikuti Kaidah Kebahasaan Teks Cerpen Pengertian kaidah kebahasaan cerpen ialah unsur-unsur yang membangun sebuah cerpen. termasuk di dalam kaidah kebahasaan teks cerpen misalnya ragam bahasa, kosakata, majas atau gaya bahasa, dan kalimat deskriptif. Ragam bahasa dalam kaidah kebahasaan teks cerpen ialah ragam bahasa yang umum dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain ragam bahasa percakapan. Kaitannya dengan kosakata, seorang penulis cerpen harus memiliki perbendaharaan kata yang luas. Diksi atau pilihan kata menjadi sangat penting karena itulah tolok ukur dari kualitas cerpen yang di hasilkan. Fungsi diksi atau pilihan kata di dalam cerpen diantaranya dapat menambah keserasian antara bahasa dan kosakata yang dipakai dengan pokok isi cerpen. Kemudian majas atau gaya bahasa dalam cerpen haruslah menggunakan bahasa berkias yang sekiranya dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan kondisi tertentu. Kalimat deskriptif juga termasuk ke dalam kaidah kebahasaan teks cerpen yang harus penulis perhatikan agar dapat menulis cerpen yang baik dan benar. Pengertian kalimat deskriptif itu sendiri adalah kalimat yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Dalam penulisan cerpen, kalimat deskriptif berguna untuk menggambarkan suasana, tempat, dan tokoh dalam cerita. Simak Juga Kebahasaan Teks Laporan Hasil Percobaan Terdapat beberapa tahapan menulis cerpen yang baik dan benar. Adapun tahapan menulis cerpen secara berurutan ialah 1 tahapan pra menulis, 2 tahapan saat menulis, 3 tahapan pasca menulis Pra menulis cerpen merupakan istilah yang padan dengan tahapan persiapan untuk menulis. Tahapan ini sangat penting sifatnya untuk menentukan keberlangsungan tahapan-tahapan menulis cepren selanjutnya. Sebagaian besar waktu menulis cerpen habis dalam tahapan pra menulis. Sedangkan hal-hal yang perlu penulis lakukan dalam tahapan pra menulis cerpen di antaranya 1 menulis topik cerpen berdasarkan pengalaman sendiri 2 melakukan kegiatan-kegiatan latihan dalam menulis 3 mengidentifikasi pembaca tulisan 4 mengidentifikasi tujuan menulis 5 memilih bentuk tujuan yang tepat berdasarkan pembaca Terdapat dua hal yang perlu penulis lakukan dalam tahapan saat menulis agar tersusun cerpen yang baik dan benar, yaitu 1 membuat draft, 2 merevisi. 1 membuat draft Draft atau rancangan lebih menekankan isi daripada tata tulis secara kebahasaan. Di dalamnya seorang penulis bebas mengekspresikan ide-ide ke dalam bentuk tulisan kasar. 2 merevisi Kegiatan merevisi yang dilakukan oleh penulis mencakup aspek Membaca ulang keseluruhan draft atau rancangan tulisan Berbagi tulisan dengan teman Berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi Mengubah tulisan dengan memperhatikan reaksi dan komentar dari oran glain Melakukan perubahan substantif pada draft pertama dan selanjutnya Adapun bentuk-bentuk kegiatan penulis yang termasuk dalam tahapan pasca menulis cerpen di antaranya Menyunting, yaitu kegiatan untuk membetulkan kesalahan bahasa Mempublikasi teks cerita pendek yang sudah di tulis Berikut admin bagikan beberapa tips cara menulis cerpen yang baik dan benar agar menghasilkan sebuah cerpen yang bernilai bagus. Pertama, tentukan dulu segmentasi cerpen yang akan penulis sasar. Contohnya cerpen untuk anak-anak, cerpen untuk orang dewasa. Penetapan segmentasi ini penting agar cerpen yang penulis buat tepat pada sasaran. Kedua, buat cerpen dengan karakter tokoh yang tidak biasa. Contoh karakter tokoh yang tidak biasa dalam sebuah cerpen misalnya sosok yang berpakaian berandalan tetapi memiliki sifat baik. Sebisa mungkin karakter-karakter dalam cerpen adalah karakter yang unik. Ketiga, buat latar cerpen dengan sedetail mungkin. Latar dan penokohan harus sesuai dengan jalan cerita. Baca Lebih Lengkap Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan dan Contohnya yang Tepat Cara Menyimpulkan Unsur Intrinsik Cerpen dengan Tepat Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi dan Contohnya yang Tepat Itulah paparan lengkap mengenai cara menulis cerpen yang baik dan benar. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Pembahasan Penulisan Kalimat Langsung Yang Benar Pada Kutipan Fabel Adalah Kalimat langsung adalah salah satu jenis kalimat yang berasal dari sebuah kutipan pernyataan atau pembicaraan seseorang secara langsung. Kalimat langsung memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Kalimat petikan ditandai dengan tanda petik dua ("). Huruf pertama pada Artikel ini membahas secara lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, serta contoh kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. — Sadar atau tidak, dalam sebuah teks atau tulisan, biasanya mengandung kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Apalagi, bagi kamu yang menyukai tulisan fiksi, seperti dongeng, cerpen, atau novel, pasti sudah nggak asing lagi dengan jenis kalimat ini. Yap, kalimat langsung dan tidak langsung pada tulisan fiksi biasa digunakan untuk menyatakan dialog para karakter atau tokoh. Tapi, apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan kalimat langsung? Mari simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini, yuk! Pengertian Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang berasal dari ungkapan atau pernyataan dari seseorang tanpa adanya perantara dan tanpa merubah apa yang ia utarakan. Jadi, kalimat yang diungkapkan tersebut disampaikan sama persis tanpa penambahan atau pengurangan kata sedikitpun. Pada sebuah teks, kalimat langsung ini ditandai dengan pemakaian tanda petik “…”. Contohnya, “Dewi Lestari mengaku bahwa novel Perahu Kertas terinspirasi dari puisi Perahu Kertas’ karya Sapardi Djoko Damono.” Kalimat langsung ini digunakan untuk menyampaikan berbagai kejadian atau permasalahan dengan bahasa langsung. Biasanya, intonasi atau nada yang digunakan juga sama dengan yang dilakukan oleh sumber informasi, bisa disertai dengan tanda kutip berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah. Ciri-Ciri dan Tata Cara Penulisan Kalimat Langsung Agar kamu bisa membedakan kalimat ini dengan jenis kalimat yang lain, berikut ciri-ciri kalimat langsung disertai dengan cara penulisannya. Pahami baik-baik ya, gais! 1. Penulisannya menggunakan tanda baca petik dua “…” di awal dan akhir kalimat Contohnya Wulan bertanya, “Kapan kita pulang?” Bapak itu menasihati anaknya, “Berhati-hatilah, Nak!” “Mereka berhasil meraih medali emas,” katanya. “Besok siang,” katanya, “mereka akan berangkat.” Baca Juga Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya 2. Menggunakan huruf kapital di awal kalimat Contohnya “Riana akan pulang nanti sore,” Desti memberi kabar. Adriana berkata, “Aku mungkin tidak akan pulang hari ini. Besok aku beri kabar lagi.” Eits tunggu, tetapi jika dalam satu kalimat terdapat dua atau lebih kalimat petikan, maka huruf pertama yang ditulis kapital hanya pada kalimat petikan pertama saja, ya! Untuk kalimat petikan kedua, huruf pertamanya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali bila kata pertamanya merupakan nama seseorang atau sebuah sapaan. Contohnya “Ayo cepat!” teriak Nova, “nanti angkotnya keburu lewat.” “Ketemu!” teriak Sunan dari bawah, “Rani, cincinnya sudah ketemu!” 3. Akhiri petikan yang terletak di depan label dialog dialog tag dengan tanda koma, tanda tanya, atau tanda seru Contohnya “Ayah pulang,” kata Agam. “Ayah pulang?” tanya Agam. “Ayah pulang!” seru Agam. Nah, bagaimana jika petikan kalimat langsung berada di belakang label dialog? Betul, sisipkan koma sebelum petikan itu dan letakkan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru sebelum tanda petik penutup. Contohnya Agam berkata, “Ayah pulang.” Agam bertanya, “Ayah pulang?” Agam berseru, “Ayah pulang!” Baca Juga Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk berdasarkan Jenis-Jenisnya Oh iya, ketika petikan kalimat langsung sudah diakhiri tanda tanya atau tanda seru, kamu tidak perlu menambahkan tanda titik lagi setelah tanda titik penutup. Contohnya Agam bertanya, “Ayah pulang?”. Agam berseru, “Ayah pulang!”. 4. Kalimat langsung yang menggunakan petikan dipisahkan dengan kalimat pengiringnya menggunakan tanda baca koma , di antara kalimat pengiring dan kalimat petikan Contohnya 1. Pola “kalimat kutipan”, kalimat pengiring, “kalimat kutipan”. “Tadi saya melihat Hizkia lari,” kata Shella, “raut mukanya terlihat seperti habis menangis” 2. Pola “kalimat kutipan”, kalimat pengiring. “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya. 3. Kalimat pengiring, “kalimat kutipan”. Ayah mengatakan, “Anak-anak, hari Minggu besok kita akan pergi berlibur.” 5. Gunakan tanda baca titik dua pada kalimat langsung berbentuk dialog Pada kalimat langsung yang berbentuk dialog yang berurutan, bagian depan kalimat kutipannya harus menggunakan tanda baca titik dua , ya. Tanda baca ini berfungsi untuk memisahkan antara pihak yang bertutur dengan kalimat kutipannya. Contohnya Dina “Riffa, kamu tahu nggak Egi di mana?” Riffa “Egi tidak masuk hari ini.” Dina “Loh, kenapa?” Riffa “Dia sakit, nih surat dokternya.” 6. Kutipan kalimat langsung dibaca menggunakan penekanan pada intonasinya Seperti yang kamu ketahui sebelumnya, kalimat langsung terdiri kalimat pengiring dan kalimat kutipan. Nah, intonasi pada bagian kalimat kutipan lebih tinggi daripada kutipan pengiring. Misalnya pada kalimat, Ibu berteriak, “Cepat pulang!”. Frasa “Cepat pulang!” dibaca menggunakan nada yang lebih tinggi. Hal ini berfungsi agar pendengar mengingat bahwa pokok utama yang ingin disampaikan pada kalimat langsung terdapat pada kalimat kutipan. Baca Juga Perbedaan Contoh Kalimat Simpleks & Kompleks berdasarkan Pengertian, Ciri-Ciri, Jenisnya Contoh Kalimat Langsung Untuk menambah referensi kamu, berikut disediakan beberapa contoh kalimat langsung dengan penulisan yang tepat Paman berkata, “Antarkan surat ini ke kantor pos!” “Ayo anak-anak, berbaris dengan rapi, ya,” ucap Pak Guru. “Dek, dipanggil Ibu,” kata Adel, “disuruh beli makanan.” Kakak berkata, “Adek harus rajin belajar supaya pintar ya.” Kata Rama, ”Tolong bantu aku angkat meja ini ke depan sana.” “Bibi baru saja berangkat ke Pontianak,” ujar Fela. “Kapan kamu akan pulang dari Jakarta?” tanya ayah kepada Erlene. “Ayo, bersiap-siap!” ujar Ibu, “kita akan segera berangkat ke Monas.” “Kapan buku puisiku akan kau kembalikan?” tanya Rangga kepada Cinta. Bu Eka berkata, “Anak-anak, jangan lupa kumpulkan tugas Matematika besok pagi di ruang guru!” Citra mengatakan, “Kak, ayo kita berangkat sekarang!” “Di mana kamu membeli sepatu ini?” tanya Wisnu kepada Rahmat. “Tolong kecilkan volume televisi itu!” pinta Ismi. Apa yang kamu lakukan untuk mengisi waktu luang?” tanya Naila. “Dimana nenek tinggal?.” tanya Heri. Oke deh, sampai sini paham ya pengertian, ciri, dan contoh kalimat langsung. Selanjutnya, kita akan membahas kalimat tidak langsung. Hayoo, apakah sudah ada yang tahu kira-kira bagaimana bentuk dari kalimat tidak langsung? Kalau belum gapapa kok, yuk kita cari tahu sama-sama! Pengertian Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan atau melaporkan kembali ucapan yang pernah disampaikan seseorang tanpa mengutip keseluruhan kalimatnya. Sesuai seperti namanya, yaitu tidak langsung’, kalimat ini tidak menyampaikan secara langsung apa yang diinformasikan. Bentuk kutipan dalam kalimat tidak langsung berupa kalimat berita. Nah, jika disimpulkan, kalimat tidak langsung termasuk jenis kalimat berita yang berisi suatu kejadian atau peristiwa dari sumber lain, lalu diubah susunanya oleh penutur. Baca Juga Kumpulan Contoh Kalimat Tunggal berdasarkan Jenis-Jenisnya, Lengkap! Ciri-ciri dan Tata Cara Penulisan Kalimat Tidak Langsung Tentunya, kalimat tidak langsung juga memiliki ciri-ciri yang membuat jenis kalimat ini berbeda dengan kalimat lain, terutama kalimat langsung. Seperti apa, ya? Berikut rinciannya! 1. Tidak menggunakan tanda baca petik dua “…” Seperti yang sudah kamu baca sebelumnya, kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang berisi perkataan seseorang, kemudian disampaikan ulang. Maka, kalimat yang dihasilkan berbentuk kalimat berita yang asalnya berupa pertanyaan maupun perintah. Contohnya Zaky pernah melihat Azyumar mengatakan bahwa dia ingin pergi dari rumahnya. Gusti tadi bertanya tentang letak perpustakaan di sekolah ini. 2. Adanya perubahan kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip Karena kalimat tidak langsung merupakan penyampaian ulang dari perkataan seseorang, maka terdapat perubahan kata ganti orang pada kalimat yang dikutip, seperti a. Kata ganti orang pertama menjadi kata ganti orang ketiga Saya diganti menjadi dia atau nama orang ketiga Aku diganti menjadi dia tau nama orang ketiga Kami diganti menjadi mereka atau nama orang ketiga b. Kata ganti orang kedua menjadi orang pertama Kamu diganti menjadi saya c. Kata ganti orang kedua jamak diubah menjadi kami’ atau mereka’, tergantung pada konteks kalimat yang dibuat Kalian diganti menjadi kami. Kita diganti menjadi kami. 3. Menggunakan kata penghubung atau konjungsi Kata penghubung yang digunakan dalam kalimat tidak langsung, di antaranya bahwa, supaya, sebab, agar, untuk, tentang, dan kata hubung yang lainnya. Contoh kalimatnya Jaksa itu menyatakan bahwa Jessica bertanggung jawab atas kematian Mirna karena membubuhkan racun ke dalam kopi Mirna. Pak Banyu menyuruh kita supaya mengerjakan soal yang di papan tulis lalu dikumpulkan ke mejanya saat jam istirahat. Azzahra mengatakan bahwa ia bosan setiap hari selalu menonton acara yang sama. Baca Juga Pengertian dan Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat 4. Intonasi yang digunakan datar dan terkesan menurun pada bagian akhir kalimat Nah, karena kalimat tidak langsung termasuk ke dalam kalimat berita, maka kalimat ini dibaca dengan intonasi membaca kalimat berita biasa. Hal ini karena semua bagian pada kalimat berita dianggap memiliki kesetaraan. Jadi, tidak ada frasa yang harus diucapkan lebih tegas. Contoh Kalimat Tidak Langsung Masih kurang dengan contoh-contoh kalimat tidak langsung? Tenang, berikut disediakan contoh lainnya yang bisa menambah referensi kamu dalam membuat kalimat jenis ini, ya. Hana mengatakan bahwa kakak dipanggil ibu untuk menyuruhnya membeli makanan kucing. Ayah menyuruhku untuk mengantarkan surat ini ke kantor pos. Bu Guru menyuruh anak-anak untuk berbaris dengan rapi. Dokter berkata kepadaku bahwa kakek harus banyak istirahat. Rina mengatakan bahwa hari ini ia tidak akan ikut ulangan. Bibi berkata bahwa dia akan pulang terlambat. Tadi sore Fadil mengatakan bahwa dia tidak akan ikut bermain basket. Mereka selalu bertanya padaku kapan aku akan menikah. Dita mengatakan bahwa adiknya juara satu badminton di desanya. Hari ini Cikarang diguyur hujan dari pagi hingga malam. Vaksin Covid-19 tidak membuat Anda kebal. Eka Berangkat ke kantor naik sepeda. Lisa meminta ku untuk datang ke rumahnya di Bekasi. Adik berkata pada Ibu supaya minta dibelikan sepeda baru. Fitri mengatakan padaku tidak berangkat les renang sore nanti, sebab dia sedang tidak enak badan. Baca Juga Apa Itu Kalimat Efektif? Berikut Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat, dan Contohnya Gimana, gais? Apakah kamu sudah tahu perbedaan antara kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dilihat dari pengertian, ciri, dan contohnya? Jika kamu ingin belajar tentang jenis-jenis kalimat lainnya, ayo gabung di ruangbelajar! Ada video animasi pembelajaran yang menarik dan juga kumpulan soal untuk mengasah kemampuan belajarmu. Referensi Tanda Petik “…” – PUEBI Daring Diakses pada 09 Juli 2022 Yudhistira, 2020. Petik Satu, Petik Dua. Narabahasa. [Daring] Tautan Diakses pada 09 Juli 2022 Sumber Gambar Twitter Ivan Lanin. Tautan Diakses pada 09 Juli 2022 h9UF.
  • 05eilrpq7m.pages.dev/66
  • 05eilrpq7m.pages.dev/276
  • 05eilrpq7m.pages.dev/345
  • 05eilrpq7m.pages.dev/40
  • 05eilrpq7m.pages.dev/442
  • 05eilrpq7m.pages.dev/79
  • 05eilrpq7m.pages.dev/59
  • 05eilrpq7m.pages.dev/425
  • penulisan kalimat langsung yang benar dalam penulisan cerpen adalah